Produksi air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Waesai Barru, sejak dua bulan terakhir kian menyusut.
Hal itu dipicu dengan kemarau panjang yang membuat suplai air terus berkurang.
Direktur Utama Perumdam Tirta Waesai, Ahsan Jafar mengatakan, berkurangnya produksi air itu sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
Dimana kurangnya curah hujan, membuat suplai utama air yang disalurkan ke masyarakat Barru dari Sungai juga ikut berkurang.
Hal itu juga berdampak dengan jumlah produksi operasional yang turun hingga 30-40 persen.
“Dampaknya ini semakin meluas, kita hanya bergantung air baku agar suplai air ke masyarakat lancar,” kata Ahsan Jafar saat dikonfirmasi.
Akibat kemarau panjang ini, Perumdam Tirta Waesai terjunkan Truk Tangki untuk menyuplai Air Bersih ke Rumah Warga.
Kabag.Teknik Perumdam H.Amiruddin, S.Sos saat dihubungi juga mengatakan, selama musim kemarau ini, tingkat permintaan akan suplai air juga meningkat. Dan kita belum bisa memenuhi semua, lantaran sumber utama air juga berkurang.
Dimana banyak masyarakat yang mengeluh air kerap macet dan mati. Hal itu dikarenakan tidak adanya produksi air yang bisa disalurkan ke masyarakat, ungkap Kabag Tekhnik.
Sementara itu anggota PDAM yang terdiri dari Bagian Produksi dan Distribusi hampir tiap hari turun ke sungai sungai untuk membuka jalur air setiap ada kantong kantong air dengan memakai alat berat excavator, agar air bisa mengalir sampai ke sumur intake untuk dijadikan air baku.
Terlebih, saat ini juga masih dalam musim el nino yang diperkirakan akan terjadi hingga Oktober mendatang.
(oborbangsa-ABM)


