Memasuki musim kemarau, Perumda Air Minum Tirta Waesai Barru melakukan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi dan mengatasi dampak penurunan debit air semua sumber air. Salah satunya adalah Pengantaran mobil tangki PDAM, melakukan koordinasi dengan kepala unit masing masing di kecamatan. Rapat Koordinasi dilaksanakan di Kantor Pusat PDAM Jl H.M.Saleh Lawa Nomor 10 Kabupaten Barru. pada hari Senin, 16 September 2024. Rapat dipimpin oleh Dirut Perumda Air Minum Tirta Waesai Ahsan Jafar, Kabag Teknik, Kepala SPI, Kabag Adm/Keuangan, Kabag Langganan, serta semua Kepala Unit.
Diketahui bahwa penurunan debit air Sungai Batu bessi dan Waesai saat ini disebabkan oleh mundurnya musim hujan dari bulan Nopember 2023 ke Januari 2024 dan bergesernya titik hujan intensitas tinggi dari hulu ke hilir Daerah Aliran sungai Batu bessi. “Diharapkan intensitas hujan tinggi di daerah pegunungan Palakka dan Tanete Riaja yang disana ada bendungan tahunan yang bisa menampung banyak air. Mulai bulan Januari 2024 sampai dengan saat ini, bendungan Batu bessi yang menjadi pusat tampungan IPA Barru kota, memiliki nilai debit inflow (aliran masuk) terendah dalam 5 tahun terakhir”, kata Usbaruddin.
Kecilnya debit air di sungai Batu bessi, Marolly, Waesai, Waenungnge dan sumber yang lain ini menyebabkan tingginya kandungan zat pencemar air baku yang berupa : nitrit, amonia dan organik. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi Perumda Air Minum Tirta Waesai, maka Kabag Teknik serta bagian produksi dan distribusi berupaya untuk mengolah air sungai dengan cemaran.

“Kami akan melakukan berbagai upaya untuk mengolah air baku apapun keadaannya agar bisa menjadi air produksi yang memenuhi secara kuantitas, kontinuitas, dan kualitas, diantaranya dengan : peningkatan dosis desinfektan hingga 4x lipat, pembubuhan absorben, penggunaan jenis koagulan baru, modifikasi sistem, serta optimalisasi proses produksi dan distribusiโ, ujar Kabag. Teknik H. Amiruddin, S.Sos.
“Sesuai hasil koordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), musim kemarau tahun ini kemungkinan akan berlangsung sampai bulan Oktober 2024. Bagi warga Barru khususnya, kami mohon bantuan untuk lebih bijak menggunakan air dan tidak membuang kotoran sembarangan ke sungai, dan berharap musim hujan akan segera tiba.”, imbuh Ahsan Jafar.
Tim Humas PDAM
(ABM – Oborbangsa.id)

