Pembangunan jalan hertasning tahap 1 sepanjang 1,8 kilo meter yang dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara serta KSO Permata Tristar Kharisma, mendapat sorotan tajam oleh ketua komisi D DPRD provinsi Sulawesi Selatan maret lalu, melalui uji petik dengan hasil ketebalan aspal 3,8 centimeter hingga 4 centimeter, pembanguan Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025-2027 nilai anggaran RP 430 milyar, dengan pembangunan 13 ruas jalan yang berada di jalur kota makassar dan kabupaten gowa.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Komisi D DPRD provinsi bersama Dinas bina marga dan konsultan manajemen konstruksi, akan memanggil dinas bina marga (BMBK) untuk menjelaskan kelanjutan pembangunan jalan tun abdurasak kabupaten gowa.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Ahmad Wildani, menjelaskan “pengukuran langsung di lapangan menunjukkan ketebalan lapisan aspal rata-rata telah memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan”, pengecekan terbaru, anggota dewan bersama tim teknis melakukan uji ketebalan secara langsung.
“setelah dicek ketebalan. Posisi ketebalan rata-rata memenuhi syarat bahkan melebihi 4 cm yang dipersyaratkan,” jelas Dani, sapaan Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel.
Bahwa untuk AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga untuk perkerasan aspal, tebal memang 4 cm untuk lapis aus atau lapisan permukaan dalam pekerjaan overlay jalan.
Penanggung jawab KSO Permata Tristar Kharisma, Ferry ST, menambahkan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan sesuai metode dan aturan teknis yang berlaku, serta mendapat pendampingan dari Dinas Bina Marga dan konsultan manajemen konstruksi (MK).
Setelah menyelesaikan ruas Hertasning, pekerjaan akan dilanjutkan ke segmen berikutnya di Jalan Aroepala hingga kawasan Tun Abdul Razak.
Mobilisasi alat untuk ruas tersebut rencananya mulai dilakukan dengan tahap investigasi awal serta pembongkaran minor guna memastikan kondisi dasar jalan sebelum dilakukan pengaspalan.
Sementara itu, Tim Leader Konsultan MK PT Agrinas Pangan Nusantara (APN), Yus Lambakeng, menjelaskan bahwa pengendalian mutu pekerjaan dilakukan secara ketat sejak tahap produksi material di Asphalt Mixing Plant (AMP) hingga proses pengaspalan di lapangan.
Ia menyebutkan, pengawasan kualitas dilakukan dengan menempatkan petugas quality control di AMP untuk memonitor komposisi campuran aspal sesuai spesifikasi.
“Pengendalian mutu dimulai dari AMP. Kami menempatkan petugas quality di sana untuk memastikan komposisi aspal sesuai spesifikasi. Di lapangan juga ada pengawas yang memonitor suhu, kondisi material, serta kesiapan alat sebelum pengaspalan dilakukan,” jelas Yus.
Menurutnya, setiap proses pengaspalan harus mendapatkan rekomendasi dari pihak manajemen konstruksi sebelum dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana.
Bahkan dalam kondisi gerimis, pekerjaan tidak langsung dilakukan. Permukaan jalan harus dikeringkan terlebih dahulu untuk menjaga kualitas aspal.
“Semua pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi. Jika kondisi belum layak, pengaspalan tidak dilakukan. Semua harus melalui rekomendasi MK,” tegasnya..
Namun masyarakat pengguna jalan mengeluhkan jalan hertasning yang baru saja di aspal, posisi jalan masih bergelombang dan tidak rata, banyak terdapat retakan disisi jalan, kerja profesional para kontraktor dan pemeriksa pendamping masih dipertanyakan cara kerjanya, dan berharap agar pemeriksa tim independen didampingi pihak aparat hukum dari kejaksaan dan kepolisian yang paham tentang pekerjaan pengaspalan jalan, memeriksa ulang hasil kerja kontraktor PT Agrinas Pangan Nusantara serta KSO Permata Tristar Kharisma. (Tim-oborbangsa)


