Makassar- Proyek pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Sulawesi selatan dengan nilai proyek sebesar Rp 429,8 miliar dari proyek Kementerian Kesehatan yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB). dimenangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menuai sorotan tajam.
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024 menujukan terdapat kekurangan folume pada Finincing Assistant IDN 1031 sebesar Rp 4,87 milyar.
Selain diatas, hasil pemeriksaan fisik oleh BPK bersama Konsultan Pengawas Manajemen Konstruksi, serta Kontraktor setelah melakukan pengukuran fisik pekerjaan terpasang dan penghitungan unit item barang terpasang juga terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 5,85 milyar pada item pekerjaan infrastruktur dan arsitektur.
lanjut BPK mengungkapkan dalam pemeriksaannya pada beberapa item pekerjaan terdapat volume pekerjaan terpasang yang lebih besar dibandingkan dengan volume berdasarkan BoQ sebesar Rp 980 juta
Jika dikalkulasi seluruh item diatas besar dugaan kerugian negara hampir mencapai Rp 10, 8 milyar, belum termasuk pada Fasilitas pembangunan Gedung baru meliputi IGD, ruang operasi, NICU, PICU, hingga ruang rawat inap VIP
Ketua Umum DPP Lembaga Pengembalian Aset Rakyat Indonesia (LPARI) Aslan Dg Rapi berharap kepada penegak hukum segera memeriksa kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk serta jajaran RS Wahidin Sudiro Husodo yang terlibat lansung dalam menangani proyek pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo makassar.
“Kejaksaan dan polda sulsel segera memeriksa hasil temuan BPK yang merugikan negara hingga RP 10,8 milyar, ini jelas sudah masuk kategori korupsi, dan harus segera ditindak lanjuti, kunci Aslan.
Fasilitas Gedung baru hingga 8 lantai meliputi IGD, ruang operasi, NICU, PICU, hingga ruang rawat inap VIP, sementara dalam penyelidikan dan konfirmasi lanjut tim investigasi.
Hingga berita ini di posting pihak rumah sakit wahidin sudiro husodo makassar, belum melakukan klarifikasi saat di hubungi, beberapa staf hanya menjawab pak direktur sedang tidak ditempat ucapnya singkat. (Tim-oborbangsa)


