Perumda Air Minum Tirta Waesai Barru mengambil langkah hukum terkait perusakan pipa distribusi di daerah Alappang oleh orang yang tak dikenal. Perumdam sudah melaporkan orang yang tak bertanggung jawab itu karena perusakan aset.
“Kami akan melaporkan atau me-report ke pimpinan kami, termasuk kepada Bupati, dan kepada kepolisian untuk menyampaikan kondisi hari ini yang terjadi di masyarakat,” kata Dirut Perumdam Tirta Waesai Ahsan Jafar, Sabtu (17/02/2024).

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Polsek Pekkae Kec. Tanete Rilau Nasruddin membenarkan laporan tersebut. Saat ini kasus tersebut sudah diterima dan apabila cukup bukti maka akan masuk tahap penyidikan.
“Untuk kasus dugaan adanya perusakan pipa PDAM itu laporan sudah kami terima dan kita akan lakukan pemeriksaan dan cek TKP,” kata Nasruddin saat dihubungi oborbangsa.id.
Direktur Teknik H. Amiruddin, S.Sos dan Kepala Unit IKK Pekkae Perumdam Tirta Waesai Barru Hasyim Hafid, S.Sos menyebutkan ratusan pelanggan terdampak imbas kebocoran pipa PDAM yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Akibat pengrusakan pipa tersebut tekanan air menurun imbas kebocoran pipa.
“Itu (pipa) untuk melayani ratusan pelanggan, adapun wilayah pelayanan kami yaitu Bungi, Corawali dan Lempang (Desa Lalabata), banyak pelanggannya di situ,” kata Hasyim Hafid ketika dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon.

“Kondisi saat ini terpengaruh perihal pressure, mengakibatkan tekanan air kerumah warga lambat karena kondisi adanya pipa yang bocor,” imbuhnya.
(Red-oborbangsa-ABM)


