MAKASSAR — Sanggar Merah Putih Makassar menggelar perayaan ulang tahunnya yang ke-47 dengan penuh khidmat dan semarak pada Minggu, (25/5/25), di Gedung Sao Panrita, Universitas Negeri Makassar (UNM), Parang Tambung.
Perayaan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang sanggar yang telah menjadi bagian integral dari denyut kebudayaan di Kota Makassar.
Acara ini dimeriahkan oleh penampilan berbagai kelompok seni terkemuka, di antaranya Ime Percussion, Sanggar Ikambe, serta Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Makassar.
Kolaborasi lintas komunitas tersebut menyajikan harmoni seni yang beragam, menghadirkan nuansa kebersamaan dalam bingkai ekspresi budaya.
Salah satu segmen paling berkesan adalah pembacaan puisi oleh para seniman senior Sanggar Merah Putih Makassar.
Nama-nama besar seperti Yudhistira Sukatanya, Asia Ram Prapanca, Hasymi Ibrahim, Aliem Prasasti, dan Etty Abidin turut tampil membawakan karya-karya sastra yang sarat makna dan menyentuh batin, memperkuat pesan spiritualitas dalam kebudayaan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam perayaan ini, termasuk Ketua Dewan Kesenian Kota Makassar (DKKM), Dr. Arifin Manggau, serta Anggota DPRD Kota Makassar yang juga merupakan mantan Ketua Sanggar Merah Putih, Andi Makmur Burhanuddin (AMB).
“Perayaan ini bukan sekadar menandai bertambahnya usia, tetapi menjadi ruang konsolidasi semangat berkesenian dan keberpihakan terhadap budaya lokal yang terus tumbuh di tengah arus zaman,” ujar Direktur Eksekutif Sanggar Merah Putih Makassar, Ale Deep.
Selama hampir lima dekade, Sanggar Merah Putih Makassar telah menjadi wadah pembinaan seniman sekaligus penjaga nilai-nilai seni dan budaya.
Melalui perayaan ini, sanggar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga api kebudayaan agar tetap menyala di tengah masyarakat.
Dirgahayu Sanggar Merah Putih Makassar ke-47. Semoga tetap menjadi garda terdepan dalam merawat dan menghidupkan budaya, demi masa depan seni yang lebih cerah dan berdaya.
Laporan: Iksan
Editor: Redaksi oborBangsa


