Aplikasi pinjaman online (Pinjol) kini ramai menawarkan produknya ke masyarakat yang membutuhkan kredit tanpa agunan. Berbagai macam cara yang ditempuh penyedia jasa pinjaman itu untuk mendapatkan nasabah. Mulai dari cara etis menawarkan promo hingga cara licik yakni menjebak calon nasabah agar meminjam terpaksa.
Sebagaimana dialami oleh seorang nasabah sebut saja Iskan, dia menerima pinjaman online secara terpaksa setelah berhasil dijebak oleh seorang yang mengaku sebagai analis kredit aplikasi Batumbu menggunakan nama Puji Emeralda selaku admin finance dengan nomor whatsapp 0816171589xx.
Dituturkan, modus operandi penjebakan minjam paksa kredit online ala Batumbu ini yakni Puji Emeralda mengirimkan pesan via whatsapp kepada calon korban menawarkan promo kredit limit tinggi, tenor panjang, dan bunga rendah cair dalam 5 menit.
Tertarik dengan penawaran promo itu, Iskan mencoba mendownload aplikasinya di luar Playstore kemudian mengikuti petunjuk awal pengisian data sambil tetap berkomunikasi dengan Emeralda sang analis kredit aplikasi Batumbu.
Tapi anehnya, angka limit kredit dan angka tenor tidak sama seperti angka promo yang ditawarkan. Yakni tetap dengan angka standar kredit dengan potongan dan beban bunga yang tinggi yakni limit Rp. 1,6 juta dengan tenor 15 hari.
Disinilah Emeralda memainkan perannya, melalui pesan whatsapp dia terus membujuk dan meyakinkan Iskan bahwa angka kredit di aplikasi itu adalah masih angka simulasi yang akan disesuaikan dengan angka promo jika telah diajukan dan sudah melewati tahap persetujuan pinjaman.
Namun kenyataannya, setelah pinjaman disetujui, dengan serta merta juga disusul pencairan pinjaman sesuai jumlah yang tertera di aplikasi, bukan sesuai yang dipromosikan.
“Mau dikembalikan uangnya, dikembalikan kemana. Di aplikasi sudah tertera
jumlah pinjaman yang harus dibayar. Bahkan dua hari sebelum tiba jatuh tempo sudah ada penagihan disertai pengancaman sebar data, ” ungkapnya.
Sementara nomor whatsapp Puji Emeralda pasca pencairan kredit sudah tidak merespon pesan yang dikirimkan. (Red-oborbangsa-indra)


