SUNGGUMINASA — Kasus hilangnya DW (30), seorang perempuan yang ditempatkan di Rumah Aman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Gowa, terus menuai tanda tanya.
Sang suami, RB (32 tahun), warga Malakaji, dengan tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap Dinas PPA Gowa dan menuding adanya intervensi oknum aparat dari Polres Gowa yang turut memperkeruh keadaan.
RB menjelaskan bahwa sebelum DW dimasukkan ke Rumah Aman pada 14 November 2025, dirinya melihat adanya keterlibatan oknum polisi dari unit lain di Polres Gowa yang diduga membawa atau mengantar DW langsung ke kantor PPA Gowa.
“ada keluarga yang melihat lansung ada oknum dari unit lain Polres Gowa yang ikut membawa istri saya, hingga sampai ke PPA Gowa.
Ini yang membuat kami curiga ada intervensi berlebihan dari pihak tertentu. Padahal laporan KDRT saja tidak bisa diproses karena tidak ada bukti,” ungkap RB pada Rabu, 03 Desember 2025.
Menurut RB, laporan dugaan KDRT yang dibuat DW memang tidak dapat dilanjutkan karena tidak ditemukan bukti awal yang mendukung terjadinya tindak kekerasan.
Namun setelah laporan tersebut mandek, DW justru dipindahkan ke Rumah Aman tanpa koordinasi yang jelas dengan pihak keluarga.
Masalah menjadi lebih serius ketika DW tiba-tiba menghilang dari Rumah Aman tanpa adanya berita acara dan tanpa sepengetahuan penanggung jawab.
“Yang paling saya pertanyakan, bagaimana istri saya bisa keluar dari Rumah Aman yang seharusnya tempat perlindungan resmi? Tidak ada berita acara, tidak ada kabar. Seakan-akan dia dilepas begitu saja,” tegas RB.
RB menyebut hilangnya DW sebagai sebuah kelalaian serius yang harus dijelaskan oleh Dinas PPA Gowa.
Sebab, Rumah Aman dengan standar layanan perlindungan korban seharusnya memiliki kontrol penuh atas keluar-masuknya seseorang yang sedang berada dalam pendampingan.
Menambah pelik situasi, RB menuding bahwa oknum Polres Gowa yang sebelumnya terlihat mengantar DW ke PPA Gowa juga diduga berperan dalam menghalangi upaya damai antara DW dan keluarganya.
“Kami dan keluarga istri sebenarnya sudah mau menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi ada oknum yang malah memperkeruh situasi. Dari awal sudah ada tanda-tanda intervensi yang tidak wajar,” ujar RB.
Saat ini, RB beserta keluarga DW masih mencari keberadaan DW yang hilang usai meninggalkan Rumah Aman tanpa prosedur yang semestinya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PPA Gowa belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kelalaian serta hilangnya DW dari tempat perlindungan.
Pihak Polres Gowa juga belum memberikan klarifikasi mengenai keberadaan oknum yang disebut-sebut ikut membawa DW ke kantor PPA. (Pen-oborbangsa)


