RALLA – Udara pagi di Lapangan La Bandu, Kecamatan Tanete Riaja, terasa berbeda pada Senin (17/8/2026). Ribuan mata tertuju ke arah tiang bendera utama, menahan napas dalam keheningan yang penuh harap. Di sinilah momen sakral peringatan Upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digelar dengan tata upacara yang sempurna, melibatkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai lapisan.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Camat Tanete Riaja memimpin jalannya acara dengan wibawa. Kehadirannya disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Kapolsek Ralla, Danramil Ralla, serta seluruh unsur pemerintahan kecamatan. Barisan peserta pun terlihat sangat heterogen namun solid, mulai dari pegawai instansi pemerintah, guru, tenaga kesehatan, hingga ratusan siswa sekolah dan peserta perkemahan yang hadir dengan seragam khas mereka.
Puncak keharuan terjadi ketika teks Proklamasi dibacakan. Suasana hening seketika, hanya terdengar suara angin yang berbisik di antara barisan. Saat lagu Indonesia Raya berkumandang, suara lantang dan harmonis dari paduan suara siswa yang telah berlatih keras selama berminggu-minggudan menggetarkan hati para hadirin. Setiap lirik dinyanyikan dengan jiwa, seolah menjadi janji setia generasi muda kepada tanah air.

Momen pengibaran bendera Merah Putih juga berlangsung tanpa cela. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Tanete Riaja tampil dengan gerakan sinkron dan penuh kebanggaan. Dedikasi mereka tidak lepas dari bimbingan intensif anggota TNI dan Polri, yang dengan sabar melatih fisik dan mental para pemuda-pemudi pilihan tersebut hingga siap tampil gemilang di hadapan ribuan warga.
Usai upacara, Camat Tanete Riaja menyampaikan sambutannya dengan nada yang menginspirasi. Ia menekankan bahwa kemeriahan dan ketertiban upacara ini adalah cerminan dari persatuan masyarakat Tanete Riaja.
“Melihat semangat adik-adik Paskibraka, suara merdu para siswa, dan kehadiran semua elemen masyarakat hari ini, saya yakin Tanete Riaja memiliki masa depan yang cerah. Mari kita jaga persatuan ini,” ujarnya singkat namun padat makna.
Upacara di Lapangan La Bandu bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah pengingat kolektif bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang harus dijaga dengan kerja sama, disiplin, dan cinta tanah air yang tulus. Sorak-sorai pecah saat bendera berhasil dikibarkan sempurna, menandai dimulainya semangat baru untuk membangun Kecamatan Tanete Riaja yang lebih maju dan sejahtera. (ABM-oborbarru)

