Satu unit motor merek Honda Scoopy yang dikirim dari Makassar ke Morowali melalui perusahaan jasa pengiriman barang di Makassar CV morex, hingga kini dipersoalkan oleh pengirim barang. Pasalnya, motor Honda Scoopy yang dikirim itu dalam kondisi baru dan mulus, tetapi setelah tiba di Bahodopi Morowali sudah dalam kondisi cacat dan lecet tidak karuan. Sementara pihak Morex terkesan mau menghindar dari tanggung jawab kerusakan.
Data dan informasi yang diperoleh, transaksi pengiriman motor itu terjadi pada tanggal 14 September 2023 yang lalu melalui sebuah perusahaan jasa pengiriman barang CV. Morowali Trans Exp. (Morex) yang terletak di Jl. Cakalang Komp. Ruko Cakalang Indah Makassar. Lembaran tanda bukti terima barangnya di tandatangani oleh staf bernama Ayu disaksikan oleh Andi.
Selama sekitar 15 hari di perjalanan, barang kiriman berupa motor baru merek Honda jenis Scoopy berplat putih DD 3558 XX yang berumur dua hari keluar dari dealer itu tiba di Bahodopi Morowali pada malam hari usai waktu shalat Isya. Oleh sopir pengangkut barang menurunkan motor kiriman itu di sebuah tempat pingir jalan yang sepi lalu ditinggalkan bersama penerima barang.
Hendra, yang akan menjemput motor kiriman itu sebelumnya sudah melakukan kontak dengan sopir pengangkut dan mendapatkan informasi dari sopir soal dimana tempat membongkar barang.
“Motor diangkut bercampur dengan tabung-tabung gas. Dan satu-satunya barang kiriman yang diturunkan dipinggir jalan pada malam itu adalah motor itu saja lalu ditinggalkan,” kata Hendra.
Menurut Hendra, kerusakan motor diketahui setelah motor mau dihidupkan mesinnya karena mau dikendarai pulang, ternyata tidak bisa bunyi akhirnya motor didorong. Parahnya lagi, setelah tiba di rumahnya baru terlihat jelas karena sudah terang cahaya lampu, ternyata motor baru itu penuh dengan goresan dan lecet-lecet kap body bagian depan dan belakang kiri dan kanannya termasuk copot plat DD dan huruf Scoopynya.
“Mau di tolak, na tidak ada mi itu sopir, sudah duluan pergi. Dan motor diturunkan sepertinya bukan di perwakilan sebab tidak ada orang-orang di tempat itu apalagi gelap,” ungkap Hendra.
“Seandainya sopir itu masih ada atau ada orang lain di tempat menurunkan barang itu, maka motor itu pasti saya tolak tidak terima sebab motor tidak mau bunyi mesinnya padahal motor baru. Apalagi ternyata banyak cacat dan lecet di kap bodi padahal motor mulus,” tambah Hendra kesal.
Pihak pengelola perusahaan jasa pengiriman barang CV. Morowali Trans Exp. (Morex), Andi, mengatakan bahwa yang bertanggungjawab atas kerusakan motor kiriman itu adalah sopir.
“Sopir itu mau ji datang pak, dia perbaiki dulu mobilnya. Sebab dia yang harus bertanggung jawab itu,” kilah Andi melemparkan tanggung jawab ke sopir.
Sementara itu pihak pengirim barang menjadi bingung jika harus mengajukan komplain ke pihak sopir.
“Mana mungkin bisa mengkomplen sopir, bukan saya yang memilih dan menunjuk sopir pengangkut barang itu, sopirnya saya tidak kenal, tidak pernah berhubungan dengan sopir, saya hanya berhubungan dengan Morex, menitip motor kiriman dan membayar biaya kirim ke Morex,” kata Iskandar, pengguna jasa pengiriman motor.
Menurut Iskandar, meski komplain kerusakan itu dia sampaikan ke pihak Morex pada September 2023 yang lalu, namun hingga sekarang pihak Morex terlihat tidak serius mau bertanggungjawab bahkan terkesan mau lepas tangan. (Indra-Red-oborbangsa)


