PANIAI, PAPUA TENGAH– Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha agribisnis di Kabupaten Paniai, Ketua DPC Panca Usaha Tani Merdeka, Yanuarius Yogi, melakukan sosialisasi, koordinasi, serta monitoring dan evaluasi (KORDES) di Distrik Yagai.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan perikanan dengan memastikan implementasi pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta sistem pengairan yang efisien.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5/3/25) ini mencakup kunjungan ke berbagai kampung di pinggiran dan perbatasan desa di Kabupaten Paniai.
Dalam kunjungan tersebut, beberapa pelaku usaha tani berbagi pengalaman dan wawasan mengenai sektor pertanian dan peternakan di wilayah mereka.
Mesak Kayame, seorang petani ikan mas di Kampung Munayepa, menjelaskan bahwa budidaya ikan mas memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
“Pertumbuhan ikan mas sangat cepat dengan masa panen yang singkat. Ikan ini juga mudah beradaptasi dengan lingkungan kolam serta memiliki harga jual yang cukup tinggi,” ujar Mesak.
Ia menekankan bahwa pemilihan benih ikan yang baik menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya.
“Benih yang sehat dan berkualitas akan menentukan hasil panen. Pilihlah benih yang lincah dan memiliki warna yang bagus,” tambahnya.
Daniel Kayame, seorang petani kopi di Distrik Yagai, menyatakan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar di Papua Tengah.
“Kopi tidak hanya menjadi sumber devisa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat”.
“Kabupaten Paniai sangat layak untuk bersinergi dengan program Tani Merdeka guna meningkatkan produktivitas kopi,” jelasnya.
Menurut Daniel, kopi sebagai tanaman keras (perennial crops) memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, terutama dalam mendukung pendapatan petani dan pelaku usaha perkebunan.
Oleh karena itu, perawatan yang tepat, mulai dari pemilihan bibit hingga proses panen, harus menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Isak Ogetai, seorang peternak kambing di Kampung Munayepa, mengungkapkan bahwa beternak kambing telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan di wilayah tersebut.

“Peternakan kambing dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan beberapa langkah penting dalam beternak kambing, mulai dari pemilihan bibit yang unggul, penyediaan kandang yang layak, pemberian pakan berkualitas, hingga perawatan kesehatan hewan.
“Dengan skema penjualan yang baik, peternakan kambing dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat mendorong sinergi antara petani, peternak, dan pemerintah daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Paniai melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Laporan : Petrus Degei/ Jeri P. Degei


