MAKASSAR— Ratusan massa dari komunitas The Legend 120 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Selatan pada Senin (5/5).
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas maraknya peredaran rokok ilegal yang dinilai belum ditangani secara serius oleh pihak berwenang.
Sekitar 300 orang lebih memadati kawasan kantor Bea Cukai wilayah bagian selatan.

Dalam orasinya, massa menyuarakan keresahan terhadap temuan sejumlah gudang yang diduga menyimpan rokok ilegal namun belum mendapat penindakan hukum yang tegas.
Ketua The Legend 120, Rusdi, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan secara damai dan bertujuan mendesak Bea Cukai Sulsel agar lebih serius dalam mengawasi dan menindak penyebaran rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
“Kami hadir secara damai untuk menuntut keseriusan pihak Bea Cukai Sulsel dalam menindak peredaran rokok ilegal.
Selain itu, kami meminta transparansi terkait daftar rokok yang memiliki izin cukai resmi,” tegas Rusdi di tengah aksi.
Tak hanya itu, The Legend 120 juga menuntut dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh gudang rokok yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan.
Mereka menduga, ada keterlibatan perusahaan rokok resmi dalam distribusi rokok ilegal tersebut.
“Kami meminta Bea Cukai segera melakukan sidak ke setiap gudang rokok. Jangan sampai ada pembiaran yang merugikan masyarakat dan negara,” tambahnya.
Selain unjuk rasa, massa juga melakukan edukasi jalanan dengan membagikan selebaran kepada masyarakat terkait dampak negatif dari peredaran rokok ilegal, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, hingga potensi kerugian negara dari sisi penerimaan cukai.
Sebagai penutup, The Legend 120 menyampaikan ultimatum. Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada respons atau tindakan nyata dari pihak Bea Cukai, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan pada Jumat, 9 Mei 2025, dengan aksi yang lebih besar. (**)

