MAKASSAR– Kecamatan Bontoala terus memacu langkah dalam memerangi stunting melalui program WATTUNNAMI (Warga Tanpa Stunting dengan Pemberian Makanan Bergizi).
Program yang menyasar 12 kelurahan secara bergilir ini kini memasuki tahap ketiga, dengan pelaksanaan di Kelurahan Bontoala Tua, Jumat (7/08/25)
Sebanyak 30 penerima manfaat, termasuk 10 balita, mendapatkan paket makanan bergizi gratis di Kantor Kelurahan Bontoala Tua.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kecamatan Bontoala, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta pihak usaha katering Saras.
Lurah Bontoala Tua bersama delapan tenaga penyuluh dari Dinas Pengendalian Penduduk dan KB turut hadir dan menyerahkan langsung bantuan kepada warga.
Plt. Kepala UPT Kecamatan Bontoala, Ivan, menegaskan pentingnya kesinambungan program ini.
“Persoalan gizi buruk dan stunting membutuhkan energi besar dan kerja bersama dari semua pihak. Kami ingin kegiatan ini terus berjalan, melibatkan lebih banyak tangan yang rindu berbagi untuk sesama,” ujar Ivan.
Rukmia, salah satu warga penerima manfaat, mengaku terbantu dengan adanya program ini.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti untuk anak saya. Selain sehat, makanannya juga enak. Saya berharap kegiatan seperti ini sering dilakukan,” ucapnya sambil menggendong putranya yang berusia dua tahun.
Program WATTUNNAMI dirancang untuk menjadi gerakan berkelanjutan, tidak hanya membantu kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran publik akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Setelah tahap kedua, distribusi makanan bergizi akan dilanjutkan ke tahap ketiga dengan konsep kolaboratif yang sama.
Laporan: iks
Editor: OborMksr

