Gowa – Peristiwa bencana angin puting beliung yang memporak porandakan17 unit rumah milik warga desa bonto sunggu kecamatan bajeng pekan lalu berangsur pulih.
Kepala Desa Bontosunggu Syahruddin Liu, yang saat ditemui menyampaikan bahwa , ‘akibat cuaca ekstrim membuat kita harus menerima apa yang sudah terjadi pada sekitar kita, seperti yang terjadi satu pekan lalu sebagian warga desa bonto sunggu mengalami musibah atap rumah mereka rusak di terjang oleh angin puting beliung,”Ungkapnya.
lanjut dikatakan “Alhamdulillah Puji syukur pada Sang pencipta di balik musibah bencana angin puting beliung ada hikmanya, dapat menggugah hati para dermawan yang bersedia mengulurkan tangannya untuk memberi bantuan terhadap warga desa bonto sunggu yang sedang di landa musibah,”Tuturnya
“Sebanyak 17 warganya terkena dampak bencana alam sehingga kami mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mendata semua warga yang terkena dampak bencana alam, dengan sigap dinas terkait turut menyalurkan bantuan dari dinas sosial”
Ia menambahkan, “Atas musibah yang di alami oleh warga maka ketua Dewan Pimpinan daera Partei Amanat Nasional ( DPD PAN) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Hj. Sitti Husniah Talenrang, S.E., M.M datang mengunjungi warga Desa Bonto sunggu atas keprihatinannya beliu langsung bertemu warga yang terdampak bencana sambil ngobrol beliupun menyerahkan bantuan berupa uang tunai dengan ala kadarnya untuk di pergunakan sebagaimana mestinya. Semoga bermanfaat dan berkah,”
warga yang terdampak Angin Puting beliung Dusun Bonto Tengah Sebanyak 12 Rumah, warga Dusun Bontomate’ne sebanyak 2 Rumah dan Dusun Patingaloang satu rumah sehingga total keseluruhan sebanyak 17 Yunit Rumah.
“syukur alhamdulillah semuanya sudah mendapatkan bantuan baik dari dinas sosial maupun pemerintahan juga ketua komisi 4 partai PAN Ibu haji Husniah talenrang yang berkunjung langsung pada musibah kemarin”ujar kades
Syahruddin Liu menyampaikan jika bersyukur atas musibah kemarin tidak ada korban jiwa karena banyak pohon yang tumbang, dahan yang patah juga terjadi banjir sehingga aktivitas warga sempat tergangu namun semoga saja di balik musibah ini ada hikmah yang bisa kita petik.” kuncinya ( Red-oborbangsa- syahli)


