RANTEPAO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak hingga kawasan pemakaman kuburan batu di Kecamatan Baruppu’, Toraja Utara, menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong bersama Kapolres AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat turun langsung meninjau lokasi, Rabu (4/11/2026).
Peninjauan tersebut bukan sekadar melihat dampak kebakaran, tetapi juga menjadi momentum pemerintah daerah menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan di wilayah Baruppu’.
Bupati menegaskan, pemerataan pembangunan merupakan tanggung jawab pemerintah tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Toraja Utara mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk peningkatan akses jalan. Setelah menyiapkan sekitar Rp5 miliar pada tahun sebelumnya, pemerintah kembali mengupayakan tambahan dukungan, termasuk alternatif anggaran sekitar Rp11 miliar untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Selain infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan. Toraja Utara masuk dalam 10 kabupaten/kota prioritas nasional program kerja sama dengan Kementerian Pertanian, dengan potensi pengembangan kopi, alpukat, hortikultura, dan peternakan.
Salah satu program yang disiapkan adalah pengembangan sekitar 1.650 hektare perkebunan kopi melalui bantuan bibit dan biaya penanaman.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa persoalan Baruppu’ tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla, tetapi juga menyangkut perlindungan kawasan bersejarah, pemerataan infrastruktur, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah berharap sinergi bersama kepolisian dan masyarakat dapat memperkuat keamanan lingkungan sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. (Albert-oborbangsa)

