JAKARTA–Hari Buruh Internasional (1 Mei 2025) tahun ini menghadirkan dua wajah yang sangat kontras di Indonesia.
Di satu sisi, ribuan buruh harus menghadapi kenyataan pahit akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda berbagai sektor industri.
Di sisi lain, suasana damai dan penuh keakraban terlihat dalam peringatan May Day di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkapkan bahwa sebanyak 60.000 buruh di Indonesia telah mengalami PHK hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini, dari Januari hingga Maret 2025.
Penyebab utama gelombang PHK tersebut adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menaikkan tarif impor barang dari Indonesia hingga 32 persen.
“Kenaikan tarif ini membuat produk Indonesia tidak kompetitif di pasar Amerika. Akibatnya, permintaan menurun, produksi dikurangi, dan banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk dengan cara PHK. Bahkan ada yang sampai menutup operasional,” ujar Said Iqbal, Jumat (2/5).
Sektor yang paling terdampak mencakup industri tekstil, garmen, sepatu, elektronik, makanan dan minuman, hingga perkebunan dan pertambangan sebagian besar berorientasi ekspor.
Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar buruh yang terkena PHK belum menerima hak Tunjangan Hari Raya (THR), termasuk para pekerja dari perusahaan tekstil besar seperti Sritex.
Di tengah suasana suram ini, Kabupaten Gowa justru menunjukkan wajah berbeda dalam memperingati Hari Buruh.

Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, bersama para buruh yang tergabung dalam KSPI Kabupaten Gowa, menggelar aksi simpatik dengan membagikan bunga kepada pengendara yang melintas di depan Museum Balla Lompoa, Kecamatan Somba Opu.
“Aksi ini menunjukkan bahwa Hari Buruh tidak harus identik dengan unjuk rasa. Kami ingin mengedepankan nilai-nilai persatuan, solidaritas, dan kedamaian,” kata AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.
Ia menambahkan bahwa Polres Gowa siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan masyarakat yang berlangsung tertib dan damai, termasuk dalam momentum Hari Buruh.
Aksi bagi-bagi bunga ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi simbol bahwa buruh dan aparat penegak hukum dapat bersinergi secara positif.
Laporan: Redaksi oborBangsa

