Setelah lepas dari jeratan hukum, PT Bulukumba Berkah Mandiri saat tiga (3) buah kendaraan pengangkut BBM industri nomor polisi DD 8604 HG, DP 8716 GF dan KT 8704 NL ditangkap oleh polres sidrap provinsi sulawesi selatan saat melintas di wilayah hukum polres sidrap di desa sakkoli kecamatan sajo anging kabupaten sidrap menuju kabupaten morowali provinsi Sulawesi Tengah.

Anehnya saat penangkapan ketiga mobil tersebut pada tanggal 21 april 2024 bulan lalu dilepas oleh pihak polres sidrap dengan dalih “surat surat yang mereka bawa lengkap”, ucap kasat reskrim polres sidrap Agung Rama Setiawan, membuatย Gerakan Pejuang Aktivis Mahasiswa (GPAM) geram saat itu dan melakukan aksi demo di kantor polda sulsel agar mencopot Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah dan Kasat Reskrim polres sidrap AKP Agung Rama Setiawan, oleh koordinator lapangan Riswandi.
Menurut ketua umum DPP Lembaga Pengembalian Aset Rakyat Indonesia (LPARI) Aslan dg Rapi “Aparat penegak hukum kurang teliti dalam hal pemeriksaan surat surat angkutan BBM industri, saat ini para mafia solar bersubsidi sangat lihai dalam menyiapkanย kelengkapan surat surat angkutan BBM industri, seakan akan BBM industri jenis solar diambil dari instalasi pertamina, padahal BBM jenis solar diperoleh melalui SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dengan menggunakan mobil pribadi yang sudah di modifikasi dan beroprasi di wilayah kota makassar, kab maros, kab gowa, kab takalar, kab jeneponto, kab bantaeng dan bulukumba pada SPBU tertentu, kemudian dikumpul dan ditampung, setelah pesanan cukup dimasukan ke pengangkut mobil industri dan siap dijual kepada perusahaan tambang yang ada di kabupaten morowali provinsi Sulawesi Tengah”.
Lanjut di ungkap Aslan “Aparat penegak hukum harus profesional dalam menyikapi penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar, karena para mafia BBM bersubsidi jenis solar juga dilindungi oleh sesama penegak hukum, apapun alasannya jika mendapati mobil angkutan industri yang akan mengangkut BBM solar keluar wilayah Provinsi Sulawesi Selatan harus diamankan oleh pihak kepolisian, bahkan pengantaran di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan harus diperiksa secara teliti, sekarang ada dugaan jika pengumpulan BBM bersubsidi jenis solar kini ditampung dikapal tangker yang akan di antar melalui laut”.
Aslan menambahkan ” para mafia solar bersubsidi sangat berani menyelundupkan BBM bersubsidi karna keuntungan yang sangat besar, harga BBM bersubsidi jenis solar jika dibeli dari SPBU Rp 6750 (enam ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) per liter, sedangkan solar bersubsidi di beli dari instalasi pertamina sebesar Rp 21ribu ( dua puluh satu ribu rupiah) per liter, jika para mafia menjual ke industri solar bersubsidi hasil yang dikumpul dari spbu dan dijual ke pengusaha industri sebesar Rp 12500, (dua belas ribu lima ratus rupiah) per liter maka selisih yang dihasilkan ada di angka Rp5500ribu (lima ribu lima ratus rupiah) per liternya, jika dikalikan muatan mobil angkutan seberat 18 kilo liter atau 18 ribu liter hasilnya Rp 5500x18ribu =Rp 99 juta dikali 3 mobil = Rp 297 juta jika dalam sebulan 4 empat kali mengangkut dipastikan hasil keuntungan kotor yang di raup oleh para mafia solar bersubsidi sebesar Rp297juta x 4 = Rp 1.188 milyar ( satu milyar seratus depan puluh delapan juta rupiah) per bulannya”, berapa jumlah kerugian negara yang diperuntukan bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi jenis solar”.
Kami berharap pemerintah dan aparat penegak hukum serta PT pertamina mengambil langkah tegas terhadap para pelaku mafia penyalahgunaan BBM bersubsudi jenis solar agar ditindak tegas termasuk para pengusaha spbu yang memberi ruang melakukan pembelian secara bebas sesuai yang telah diatur pada undang undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas” kunci Aslan dg Rapi.
Dari pantauan obor bangsa dilapangan, para mafia penyalahgunaan bbm bersubsidi jenis solar, bebas melakukan aksinya di wilayah kota makassar, kab gowa, kab takalar, kab jeneponto, kab bantaeng dan bulukumba, ada dugaan jika para pengusaha angkutan BBM industri berkongsi sesama pengusaha BBM yaitu PT Bulukumb Berkah Mandiri, PT Sri Karya Sukses, PT Sulawesi Sejahtra Energi, para pengusaha tersebut diduga kuat sebagai dalang penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar yang beroperasi di Sulawesiย selatan dan menyalurkan keluar wilayah provinsi Sulawesi Tengah di perusahaan industri nikel yang ada di kabupaten morowali dan sekitarnya.
Saat obor bangsa melakukan konfirmasi kepada perusahaan tersebut (red-diatas) para penanggung jawab tak ada yang ingin berkomentar bahkan terkesan menghindar. (Tim-oborbangsa)


