JAKARTA– Cinesurya, Kaninga Pictures, dan Starvision berkolaborasi mempersembahkan film terbaru bergenre perang-drama berjudul Perang Kota.
Film ini merupakan adaptasi bebas dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya sastrawan legendaris Mochtar Lubis dan mengeksplorasi pergolakan revolusi Indonesia tahun 1946.
Film yang disutradarai Mouly Surya ini membawa penonton ke Jakarta pasca-kemerdekaan, di masa Sekutu kembali dengan Belanda yang mencoba merebut kendali atas Indonesia.

Perang Kota tak hanya memotret ketegangan revolusi, tapi juga menggambarkan dinamika sosial perkotaan pada masa itu.
Pendiri Starvision sekaligus produser Perang Kota, Chand Parwez Servia, mengatakan film ini tidak hanya mengisahkan peristiwa sejarah, tetapi juga menyuguhkan refleksi bagi generasi muda.
“Perang Kota menghadirkan suasana perang, drama cinta, dan pengkhianatan yang intens, emosional, serta sinematik.”
Nilai-nilai dalam film ini akan menjadi cerminan relevan bagi generasi muda saat ini,” ujar Chand Parwez dalam konferensi pers di Metropole XXI, Jakarta, Senin (24/3/2025).
Produser Rama Adi menambahkan bahwa film ini menggambarkan bagaimana masyarakat kala itu, terutama anak muda, beradaptasi dengan pengaruh budaya asing.
Salah satunya adalah penggunaan bahasa Belanda yang lazim di kalangan warga Indonesia pada masa itu.
“Mirip dengan masa sekarang, anak muda sering mencampur bahasa Indonesia dan Inggris dalam percakapan sehari-hari. Hal ini membuat Perang Kota terasa dekat dan relevan bagi penonton muda,” kata Rama.
Rama juga mengungkapkan bahwa ide pembuatan film ini sudah muncul sejak 2018.
Namun, proses produksinya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Di tengah tantangan tersebut, tim produksi justru berhasil memperluas jangkauan dengan menjalin kerja sama internasional, melibatkan rumah produksi dari Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja.
“Selama pandemi, kami mengajukan proposal pendanaan dan kerja sama ke berbagai pihak di luar negeri. Alhamdulillah, akhirnya proyek ini mendapat dukungan internasional,” tambah Rama.
Perang Kota menjalani pemutaran perdana di ajang bergengsi International Film Festival Rotterdam (IFFR) dan mendapatkan respons positif.
Film ini bahkan didapuk sebagai film penutup IFFR 2025. Setelah rilis komersial di Belanda pada 17 April mendatang, Perang Kota akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 30 April 2025.
Film ini berpusat pada tokoh Guru Isa (diperankan Chicco Jerikho), seorang guru biola yang juga pahlawan perang.
Isa mendapatkan misi penting untuk menghabisi petinggi kolonial Belanda dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam menjalankan misi tersebut, Isa dibantu oleh sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan yang diam-diam berselingkuh dengan istri Isa, Fatimah (Ariel Tatum).
Film ini turut menghadirkan deretan aktor kenamaan seperti Rukman Rosadi, Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang, Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, dan Dea Panendra.
Dengan elemen perang, cinta, dan pengkhianatan yang terjalin erat, Perang Kota menjanjikan sajian penuh emosi yang relevan dan menginspirasi generasi muda.
Film ini tak hanya membawa penonton menyelami pergolakan revolusi 1946, tetapi juga mengajak mereka merenungkan nilai perjuangan di masa kini.
Reporter: Chris M
Editor: Restu/OborJkt

