PALU– Palu, – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan kepolisian terkait penyebab meninggalnya jurnalis asal Palu, Situr Wijaya, di Jakarta pada Jumat (4/4/2025).
Kedua organisasi profesi ini juga memberikan pendampingan dalam kasus kematian mendadak Wijaya di salah satu hotel di Jakarta.
Heru, anggota PWI Sulawesi Tengah (Sulteng), menegaskan bahwa fokus saat ini adalah memulangkan jenazah almarhum untuk dimakamkan di kampung halaman istrinya di Desa Bangga, Kabupaten Sigi.
“Sampai saat ini, pihak keluarga belum menunjuk atau memberi kuasa kepada siapa pun untuk menangani perkara kematian almarhum,” jelas Heru usai pemakaman pada Minggu (6/4/2025).
Ia menambahkan, PWI dan AJI masih menunggu kepastian hasil otopsi dari kepolisian.
“Istri almarhum berpesan, jika hasil otopsi menunjukkan penyebab medis, proses ini akan ditutup. Namun, jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, kami akan menindaklanjutinya,”ujarnya.
Jenazah Situr Wijaya tiba di Desa Bangga pada Minggu pagi dan dimakamkan di hadapan rekan sejawat, kerabat, serta keluarga. Turut hadir dalam prosesi pemakaman anggota DPR RI Dapil Sulteng, Longki Djanggola, yang juga mantan Gubernur Sulteng.
“Insya Allah, semua akan terungkap jelas. Kita lihat hasil otopsi, semoga murni karena penyakit. Namun, jika ada indikasi lain, pasti akan terungkap. Keluarga mohon bersabar,” kata Longki.
Penyebab kematian Situr Wijaya masih dalam penyelidikan, sementara pihak wartawan dan keluarga berharap transparansi dari kepolisian.
Laporan : Cristin
Editor: Desty/OborJkt


