MAKASSAR— SIT Darul Fikri Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui penguatan budaya riset di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Guru & Karyawan yang digelar pada 30 Juni–10 Juli 2025 dengan tema “Membangun Sinergi untuk Mewujudkan Sekolah Berbasis Riset dan Bilingual serta Berkarakter Sombere”.
Dalam forum tersebut, Tim Riset Pusat SIT Darul Fikri Makassar mempresentasikan berbagai produk riset yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, mulai dari modul pembelajaran tematik, buku ajar bilingual, hingga perangkat evaluasi berbasis penelitian.
Seluruh produk ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif.
Pendekatan ini menjadikan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar.
Mereka dilibatkan dalam pengamatan, eksperimen, diskusi reflektif, dan proyek kolaboratif yang menghubungkan teori dengan praktik nyata.
Metode ini sejalan dengan prinsip student-centered learning, di mana gaya belajar, minat, dan potensi unik setiap siswa menjadi pertimbangan utama.
Materi bilingual yang dikembangkan tim riset juga memberi nilai tambah, memungkinkan siswa mengakses literatur internasional, membangun kemampuan komunikasi lintas budaya, dan mengasah keterampilan abad ke-21.
Bagi guru, karya riset ini menjadi acuan untuk merancang pembelajaran adaptif yang relevan dengan perkembangan kognitif dan afektif siswa.
Dengan memperkuat peran Tim Riset Pusat, SIT Darul Fikri Makassar menempatkan inovasi pendidikan sebagai pilar utama, guna mencetak generasi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners) yang berkarakter Islami, berwawasan global, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (**)


