Gowa-Ratusan Loyalitas Husnia Telenrang hadir menyambut pemimpin perempuan pertama dalam pemilihan kabupaten gowa tahun kemarin, temu kangen ditempatkan di pantai bosowa sabtu 29-11-2025, disela kepadatan agenda kerja, husniah talenrang tetap menyempatkan diri hadir menemui para simpatisan yang pernah mengawalnya dipileg 2018 dan pilkada 2024.
Ketua Tim Kita Gowa, Daeng Ajang Malik, mengungkapkan kebanggaannya atas kesediaan Bupati Husniah menghadiri pertemuan keluarga besar loyalisnya.
“Teman-teman dari berbagai berbagai daera, hari ini kita berkumpul setelah satu tahun berlalu sejak kita berjuang bersama. Bendera-bendera itu tetap akan kita pegang hingga langkah berikutnya,” ujar Ajang Malik.
Ia turut menyebut deretan komunitas yang selama ini konsisten mendukung, mulai dari Asamaturu, Kita Petarung, Juara, Pas, Matahari Muda, Rewata, Hamba Allah, Lurus Jaya, Kapal Udara, Srikandi, Arjuna, hingga berbagai komunitas lainnya.
Ajang Malik menyampaikansebuah pohon besar.
“Akar-akar kebersamaan harus kita rawat. Semakin besar pohon, semakin kuat ia menghadapi angin, Tapi tanpa akar yang sehat, pohon mudah roboh,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya persahabatan yang tulus. “Ketika pangkat dan jabatan hilang, yang tersisahanyalah teman. Maka perbanyaklah teman karena karakter, bukan karena jabatan,” terangnya.
Bupati Husniah mengungkapkan rasa harunya dapat kembali bersua dengan para pendukung setianya, kehadiran dan dukungan kita semua. “Dulu saya hanyalah penjual beras bermodalkan karakter,” ujarnya.
Ia menceritakan perjalanan hidupnya, termasuk nasihat sang ibunya yang menjadi arah perjuangan politiknya.
“Ibu saya selalu berkata, kalau ingin bermanfaat bagi banyak orang, jangan hanya menjadi pengusaha, tapi jadilah pemimpin yang memikirkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ketua DPW PAN Sulsel ini.
Husniah juga menegaskan komitmennya terhadap pendidikan. “Saya telah menempuh pendidikan S3. Ilmu harus dikontribusikan agar kelak dikenang sepanjang masa,” tambahnya.
Sebagai bupati perempuan pertama menjadi pintu bagi lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan.
“Saya mungkin perempuan pertama memimpin Kabupaten Gowa, tapi saya yakin tidak akan menjadi yang terakhir, akan lahir Husniah-Husniah Talenrang berikutnya,”.
Husniah mengakui perjalanan politiknya tidak selalu mudah. Ia mengingat masa-masa ketika masih kaku berbicara di depan umum sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Gowa pada 2019.
“Semakin besar pohon, semakin besar angin menerpa. Tapi saya yakin akar saya juga semakin kuat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum sering hadir di tengah padatnya tugas eksekutif.
“Menjadi Bupati berarti memikirkan seluruh masyarakat Gowa, banyak yang bertanya kapan bisa ngopi bareng. Hari ini saya ingin memastikan, siapa pun bisa bertemu saya. Ini inisiatif dari hati paling dalam saya, sebelum satu tahun saya memimpin, saya ingin bertemu saudara-saudaraku”. (AGZ-oborbangsa)


