MAROS, OBOR-BANGSA.ID– Proyek pembangunan Kantor Desa Purna Karya, Kabupaten Maros, hebohkan warga setelah terbengkalai selama dua tahun tanpa kejelasan.
Alih-alih menjadi pusat pelayanan, bangunan itu kini mirip kubangan nyamuk dengan dinding belum diplester, atap tanpa plafon, dan pintu-jendela raib bak ditelan bumi.
Kepala Desa Purna Karya jadi bulan-bulanan kritik. Saat dikonfirmasi, tidak ada respons! Padahal, warga geram menuntut transparansi,
“Dana desa miliaran rupiah ke mana? Jangan cuma buat kenyang perut oknum!” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Yang makin bikin panas; selama ini, rumah Kepala Desa dipakai sebagai kantor sementara.
“Ini kontrak atau gratis? Jangan-jangan ada bagi-bagi proyek siluman?” sindir warga lain.
Misteri makin tebal lantaran tak ada papan proyek di lokasi.
Nilai anggaran, kontraktor, hingga timeline pembangunan gelap bak kabut Aktivis LSM pun angkat suara,
“Pemkab harus audit! Jangan sampai ada tikus berdasi yang main kucing-kucingan!”tegas Zakir Naba dari LSM Komite Transparan dan Kebijakan Publik. Selasa (20/05/2025).
Nasib kantor desa kini seperti kisah sinetron malam.
Warga berharap ada keajaiban; “Kami butuh kantor, bukan janji kosong!” keluh seorang ibu sambil menunjuk bangunan setengah jadi yang sudah ditumbuhi rumput liar.
Hingga detik ini, pemerintah desa tetap bungkam bak patung. Simak perkembangan terbaru kasus ini OBOR-BANGSA.ID
Laporan; Aisyah
Editor: Redaksi OborMaros


