RALLA, BARRU – Di tengah teriknya matahari dan langkanya pasokan air akibat kemarau panjang, banyak warga merasa cemas dan lelah. Merespons hal tersebut, Kepala Perumda Air Minum Tirta Waesai Unit IKK Ralla, R. Nazaruddin, S.Sos, membagikan tips praktis yang tidak hanya menghemat air, tetapi juga menjaga kesehatan dan ketenangan pikiran warga.
Menurut Pak NSR, sapaan akrabnya, menghemat air bukan berarti harus hidup dalam keterbatasan yang menyiksa. Sebaliknya, ini adalah seni mengelola sumber daya agar kita tetap bugar dan tenang di tengah situasi yang menantang.
“Saya sering bertemu warga di lapangan. Banyak yang stres karena air seret. Padahal, dengan sedikit penyesuaian kebiasaan, kita bisa tetap nyaman. Ini bukan sekadar teori, tapi pengalaman kami sehari-hari melayani pelanggan,” ujar R. Nazaruddin, S.Sos.

Berikut adalah 5 Tips Cerdas ala anggota PDAM Ralla yang bisa langsung diterapkan di rumah:
1. Mandi Gayung Itu Sehat & Hemat “Lupakan shower sejenak. Gunakan gayung dan ember. Selain menghemat hingga 70% air, gerakan menggayung melatih otot dan melancarkan peredaran darah. Badan segar, hati pun jadi lebih tenang.”
2. Jangan Buang Air Bekas Cuci Beras “Air keruh bekas cuci beras atau sayur itu emas cair untuk tanaman. Tampung di ember terpisah dan siramkan ke pot bunga. Tanaman subur tanpa pupuk kimia, dan Anda sudah berkontribusi menyelamatkan lingkungan.”
3. Minum Sebelum Haus, Bukan Saat Pusing “Haus adalah tanda tubuh sudah ‘teriak’ kekurangan cairan. Minumlah air putih rutin sepanjang hari. Otak yang terhidrasi membuat kita lebih sabar, tidak mudah marah, dan fokus bekerja. Ini rahasia biar nggak gampang emosi sama situasi sekitar.”
4. Lap Mobil, Jangan Disemprot Selang “Debu kemarau memang tebal, tapi menyemprot mobil dengan selang itu pemborosan terbesar. Gunakan spray botol kecil untuk membasahi bagian kotor, lalu lap dengan kain mikrofiber. Mobil kinclong, hemat puluhan liter air, dompet aman.”
5. Cek Keran Bocor: Musuh Kecil yang Bahaya “Satu tetes per detik bisa jadi ratusan liter per bulan. Pastikan keran terkunci mati setelah dipakai. Jika ada yang menetes, segera ganti karet atau kerannya. Ini bentuk disiplin diri sederhana yang dampaknya besar.”
Pak NSR menekankan bahwa langkah-langkah kecil ini jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga Barru, akan memberikan dampak luar biasa bagi ketersediaan air bersih.
“Mari kita jadikan tantangan kemarau ini sebagai momen untuk menjadi warga yang lebih bijak dan peduli. Ketika kita tenang dan cukup air, kita bisa berpikir jernih untuk membangun daerah kita tercinta. Hemat Air, Sehat Badan, Tenang Pikiran. Kita Bisa!” pungkasnya.
Dengan tips sederhana ini, kami berharap masyarakat tidak hanya bertahan menghadapi kemarau, tetapi juga menemukan cara baru untuk hidup lebih sehat dan harmonis dengan alam. (ABM-oborbarru)

