MAKASSAR — Momentum penurunan bendera merah putih pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Makassar berlangsung khidmat dan penuh makna. (17/8).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin , tampil istimewa dengan mengenakan pakaian adat Toraja, sekaligus menghadirkan ruang aktualisasi budaya Nusantara yang sarat filosofi, dari Makassar untuk Indonesia.
Pasukan Paskibraka Kota Makassar yang berjumlah 70 orang kembali mengemban amanah mulia sebagai pengibar dan penurun Sang Merah Putih.
Dengan formasi mandala, mereka menampilkan simbol kesatuan, kedisiplinan, dan pengabdian.
Pusat formasi mandala itu menggambarkan semangat nasionalisme yang menjadi sumber kekuatan serta pengikat bagi para anggota Paskibraka untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan negara.
Dalam prosesi penurunan bendera, Winda Aulia, siswi SMAN 1 Makassar, dipercaya sebagai pembawa baki, dengan Renata Brigitta Saveristy Yuwono dari SMA Katolik Rajawali Makassar sebagai cadangan.
Tugas pengulur bendera dijalankan Naufal dari SMAN 10 Makassar, sementara pelipat bendera diemban Muhammad Fatir Safri dari SMAN 18 Makassar.
Muh. Imam Fauzan Syukri dari SMAN 12 Makassar ditunjuk sebagai Komandan Pasukan (Danpok).
Adapun tiga petugas ekor yaitu Gita Ghayda Tsuraya dari Ponpes Ummul Mukminin, Zulfairah Inayah Awali dari SMAN 2 Makassar, serta Raihanah Alqubro dari SMK Penerbangan Techno Terapan.
Sementara itu, Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Muh. Nur Ichsan Yusuf dari SMK SMTI Makassar.
Prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung penuh disiplin dan khidmat, menegaskan bahwa pengabdian generasi muda bangsa tidak hanya tercermin dalam gerak barisan, tetapi juga dalam nilai nasionalisme yang mereka junjung tinggi.
Laporan: Iksan


