Gowa, – Aksi konvoi kelulusan yang dilakukan sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jalan Endang Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, berujung pada tindakan kekerasan. Rabu (15/04/26)
Tiga pelajar bernama Muh. Aril Syahputra, Nur Fadil, dan Tegar menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pelajar yang berjumlah sekitar 50 orang.
Ketua Lembaga Pemantik Sulawesi Selatan, Said, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi tepat di depan Kantor Rayon Malino.
Saat itu, para korban sedang berada di lokasi sebelum tiba-tiba dihampiri oleh rombongan pelajar yang tengah melakukan konvoi kelulusan.
“Aril, Fadil, dan Tegar saat itu hanya sedang nongkrong di depan Kantor Rayon Malino. Namun secara tiba-tiba, rombongan pelajar yang melintas menghampiri mereka dan tanpa alasan yang jelas langsung melakukan pengeroyokan secara brutal,” ungkap Said.
Akibat insiden tersebut, ketiga korban mengalami luka serius dan segera dilarikan ke Puskesmas Tinggimoncong untuk mendapatkan penanganan medis.
“Selain mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, salah satu korban juga mengalami luka tikam, sementara korban lainnya mengalami pendarahan di bagian kepala akibat benturan keras,” jelas Said.
Pihak Polsek Tinggimoncong yang menerima laporan kejadian bergerak cepat dengan mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.
Saat ini, para pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap motif serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.
“Kami dari Lembaga Pemantik mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang telah mengamankan para pelaku.”
“Kami juga akan terus mengawal proses hukum kasus ini agar berjalan transparan dan para pelaku kekerasan dapat dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Said.
Said juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kapolsek Tinggimoncong atas respons cepat dalam menangani situasi sehingga potensi bentrokan yang lebih luas dapat dicegah.
“Gerak cepat Kapolsek Tinggimoncong patut diapresiasi karena berhasil meredam situasi dan mencegah konflik meluas.”
‘Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar pengawasan terhadap konvoi kelulusan pelajar dapat ditingkatkan,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, khususnya sekolah dan orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan konvoi kelulusan agar tidak berujung pada tindakan kekerasan yang merugikan banyak pihak.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. (**)


