Oleh: Andi Baso Tenri Gowa
(CEO Media Online & TV Channel oborBangsa)
Saya ingin memulai tulisan ini dengan satu kata sederhana: Selamat!
Selamat kepada kawan-kawan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa yang baru saja dilantik. Bukan karena pelantikannya meriah itu biasa. Tetapi karena keberadaannya penting.
Mengapa penting? Karena di tengah arus informasi yang begitu deras — di mana setiap orang bisa jadi “wartawan”, setiap status bisa jadi “berita”, dan setiap klik bisa jadi “kebenaran” — hanya sedikit media yang masih berusaha menjaga marwah profesi jurnalistik.
Saya menyaksikan sendiri bagaimana dunia media siber hari ini seperti jalan tol tanpa marka. Semua berlomba kecepatan, tapi sering lupa arah.
Ada media yang lahir pagi, lenyap sore. Ada yang hidup dari sensasi, bukan informasi. Ada yang menulis untuk membenarkan, bukan mencari kebenaran.
Di situ saya menaruh harapan pada SMSI Gowa.
Bukan untuk menjadi organisasi yang hanya sibuk dengan bendera dan seremonial.
Tapi menjadi penyaring kebisingan digital — tempat para pelaku media belajar kembali tentang makna “berita” dan “tanggung jawab sosial”.
Kawan-kawan SMSI Gowa yang baru dilantik hari ini sesungguhnya sedang memikul beban yang tak ringan: membangun kepercayaan publik di tengah kelelahan masyarakat terhadap banjir informasi.
Masyarakat sudah terlalu sering “disuguhi” berita cepat, tapi dangkal. Tajuk keras, tapi tanpa substansi.
Di sinilah media perlu menemukan kelasnya sendiri.
Kelas yang tidak diukur dari berapa cepat berita dimuat, tetapi seberapa benar, seberapa berimbang, dan seberapa besar manfaatnya bagi publik.
Saya percaya, SMSI Gowa bisa menjadi laboratorium etik — tempat para pengelola media berbagi pengalaman, berdiskusi, bahkan berdebat sehat tentang arah media digital di daerah.
Karena jujur saja, sebagian media lokal masih belum bisa keluar dari pola lama: mengejar klik, tapi kehilangan kredibilitas.
Dan saya ingin menegaskan, media yang baik bukan yang paling cepat memviralkan berita, tapi yang paling sabar memverifikasi kebenaran.
Karena di balik satu berita yang benar, ada tanggung jawab besar kepada publik.
Maka, saya ucapkan selamat — tapi juga selamat berjuang. Sebab pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membangun ekosistem media yang sehat.
Media yang tidak hanya memberitakan, tetapi juga mencerdaskan.
Media yang tidak sekadar menjadi saksi perubahan, tetapi bagian dari perubahan itu sendiri.
Saya percaya, di tangan pengurus SMSI Gowa, cita-cita itu bukan sekadar slogan.
Gowa layak punya media yang kuat, profesional, dan berintegritas.
Dan SMSI, saya harap, menjadi rumah besar tempat semangat itu tumbuh dan berakar.
Selamat bekerja, kawan-kawan.
Mari kita jaga cahaya itu — agar obor media tidak padam di tengah badai informasi.
Makassar, 29 Oktober 2025


