Dari aksi demonstrasi mahasiswa ini menutup dua jalur, membakar ban, sembari menjadikan mobil truck sebagai panggung orasi hingga mengakibatkan kemacetan panjang. Namun aksi tetap lancar dalam pengawalan aparat kepolisian, pekan lalu
Unjuk rasa yang dilakukan terkait dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah karyawan Mandala Finance, terhadap salah satu kader HMI Gowa Raya saat melakukan unjuk rasa mengenai PHK sepihak oleh pihak Mandala Finance.
Dari kasus demikian, PTKP HMI Cabang Gowa Raya mengatakan bahwa akan mengawal kasus tersebut.
Muh. Fajar mengungkapkan bahwa, aksi demonstrasi ini jelas akibat adanya salah satu kader yang mengalami tindakan kekerasan oleh pihak Mandala Finance saat ingin berunjuk rasa. Kami anggap bahwa tindakan tersebut melawan hukum. Tentu kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menangkap seluruh pelaku tanpa terkecuali. (Desknya).
Ia mengaku, aksi yang dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama kader yang dipukul saat unjuk rasa di Mandala Finance.
โKemudian meminta kepada bapak Kapolrestabes agar segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Karena hal ini terjadi akibat kelalaian Kepolisian yang tidak mengawal unjuk rasa sehingga terjadi tindakan sepihak oleh kariawan Mandala Finance.
Fajar mengungkapkan, masih banyak pelaku yang melakukan pengeroyokan dan bebas berkeliaran.
โSementara, yang ditangkap oleh pihak Polrestabes ada 5 orang, tapi yang kita lihat secara seksama yang beredar video itu lebih dari 5, tapi masih ada yang terlihat dalam video itu belum ditangkap. Kami memberi waktu samai tanggal 26 Juli 2023, apabila pihak kepolisian tidak menindaklanjuti para pelaku, maka kami akan kembali dengan demonstrasi yang lebih besar lagi.โ ungkapFajar (Red-oborbangsa-Imas)


