- Kuasa Hukum Desak Polres Tana Toraja Periksa Kepala Lembang Saloso atas Dugaan Ancaman terhadap Jurnalis
- Pencemaran Udara di Gowa: Pabrik Aspal dan Developer Saling Lempar Tanggung Jawab
- Gaya Elit, Hati Sulit: Kolaborasi Om ZAP dan Prof JJ Ringankan Beban Mahasiswa
- Bupati Sidrap Siap Dukung Konferprov PWI Sulsel
- Wisuda Santri MDT binaan FKDT Kabupaten Gowa
- Jejak Putih Abu-Abu di Usia Matang, Catatan Haru Halalbihalal Alumni SMANSA 82
- Pembangunan Stadion Barombong Rugikan Negara 240 Milyar
- Sinergi Tanpa Batas: IKA SMANSA 82 Satukan Alumni dan Komunitas D2 Lewat Turnamen Domino
Penulis: Obor Bangsa
“Setiap hari, ribuan berita lahir. Tapi tak semuanya bernapas. Sebagian hanya bunyi cepat, gaduh, tapi hampa.” Itulah wajah media hari ini; hidup di tengah kebisingan digital yang sering kali kehilangan arah. Saya percaya, SMSI Gowa hadir bukan untuk menambah riuhnya suara, tapi untuk memberi arah agar media kembali menjadi cahaya di antara kabut informasi. Bidang SDM yang saya emban mungkin tidak tampak ramai. Tapi di sanalah akar kekuatan media sebenarnya tumbuh; MANUSIA. Wartawan yang tangguh bukan diukur dari seberapa cepat ia menulis, tapi seberapa dalam ia memahami makna kebenaran. Saya masih ingat pesan Ketua SMSI Sulsel, Anwar Sanusi, saat pelantikan…
Oleh: Andi Baso Tenri Gowa (CEO Media Online & TV Channel oborBangsa) Saya ingin memulai tulisan ini dengan satu kata sederhana: Selamat! Selamat kepada kawan-kawan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa yang baru saja dilantik. Bukan karena pelantikannya meriah itu biasa. Tetapi karena keberadaannya penting. Mengapa penting? Karena di tengah arus informasi yang begitu deras — di mana setiap orang bisa jadi “wartawan”, setiap status bisa jadi “berita”, dan setiap klik bisa jadi “kebenaran” — hanya sedikit media yang masih berusaha menjaga marwah profesi jurnalistik. Saya menyaksikan sendiri bagaimana dunia media siber hari ini seperti jalan tol tanpa…
Pelantikan SMSI Gowa Jadi Ajang Konsolidasi Media Siber untuk Gowa Lebih Maju dan Cerdas
SUNGGUMINASA — Jalan panjang dan berliku menuju prosesi pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa periode 2025–2028 akhirnya terbayar tuntas. Rabu, 29 Oktober 2025, menjadi momentum bersejarah ketika para pengurus resmi dikukuhkan di objek wisata Je’ne Tallasa Sileo, Kabupaten Gowa. Puluhan CEO media online dari berbagai portal berita di Gowa dan sekitarnya hadir, menandai semangat baru kolaborasi media digital di daerah berjuluk Butta Bersejarah ini. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua SMSI Provinsi Sulawesi Selatan, Anwar Sanusi, disaksikan jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan insan pers. Dalam sambutannya, Anwar Sanusi memuji kerja keras panitia yang berhasil menyiapkan kegiatan tersebut…
Kapolres Gowa Titip Harapan ke SMSI: Jadilah Wadah Profesionalisme dan Pencerahan Masyarakat
SUNGGUMINASA — Kapolres Gowa, AKBP M. Aldy Sulaiman, menerima audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa di Rumah Jabatan Kapolres, Selasa (28/10/2025). Pertemuan ini dihadiri wakil Sekretaris SMSI Sulsel, Nursyahril, dan Sekretaris SMSI Gowa, Abd. Rahman. Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Gowa menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMSI yang berkomitmen menjalin kemitraan strategis dengan kepolisian. Ia berharap kehadiran SMSI dapat menjadi wadah peningkatan kualitas dan profesionalisme insan media di Kabupaten Gowa. “Kami sangat mengapresiasi langkah SMSI. Harapan kami, SMSI dapat menjadi wadah yang mendorong peningkatan profesionalisme dan kualitas para jurnalis media siber di Gowa,” ujar AKBP M. Aldy Sulaiman.…
TAKALAR — Suara gemuruh yang mengguncang layaknya dentuman gempa sering mengagetkan warga di sekitar Jalan Poros Kalampa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Sumber getaran itu bukan dari bencana alam, melainkan dari kendaraan besar seperti truk, tronton, dan mobil boks yang melintas di atas pita penggaduh (pitagadu red) yang dipasang di ruas jalan tersebut. Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat setempat. Saat awak media melakukan peliputan di lokasi, Minggu (27/10/2025), sejumlah warga dan tokoh masyarakat mengaku keberatan atas penempatan pita penggaduh di jalur utama Kalampa itu. “Penempatan pitagadu (Pitapenggaduh) di sini tidak cocok. Bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menimbulkan getaran kuat setiap…
Kuasa Hukum H. Uskar Baso Bacakan Eksepsi: Soroti Peran Korwil dan Kepala Sekolah dalam Dugaan Korupsi Pencetakan Soal di Jeneponto
MAKASSAR— Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi biaya pencetakan soal ujian tingkat SD di Kabupaten Jeneponto kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Senin (27/10). Dalam sidang tersebut, tim penasihat hukum terdakwa H. Uskar Baso, S.H., M.Pd., menyampaikan eksepsi atau nota keberatan terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam eksepsinya, tim kuasa hukum menilai dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap karena dinilai mengabaikan pihak-pihak lain yang diduga turut berperan dalam pengelolaan dan pembayaran biaya pencetakan soal ujian serta Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun ajaran 2022/2023 (tahap I) dan 2023/2024 (tahap II). Kuasa hukum…
SUNGGUMINASA — Suasana Reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, mendadak berubah panas. Warga menyerahkan Amplop Aspirasi berisi laporan dugaan mafia tanah dan pungutan liar (pungli) yang kini mencengkeram wilayah mereka. Aksi simbolik ini dilakukan dalam agenda Reses Masa Persidangan Tahun Sidang 2025/2026, dihadiri langsung oleh Andi Tenri Indah—Ketua Komisi E DPRD Sulsel sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Gowa—beserta Lurah Tombolo dan perwakilan Polri. Di balik amplop yang tampak sederhana itu, tersimpan ledakan keresahan warga terhadap praktik kotor penguasaan lahan melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Warga menuding sejumlah oknum telah…
Bongkar Fakta di Balik Tanah Warisan: Keluarga Kolonel Hasnah Cuppa Lawan Fitnah dan Klaim Sepihak!
SUNGGUMINASA— Keluarga besar Kolonel Laut (Purn) Hj. Hasnah Cuppa akhirnya angkat bicara di hadapan puluhan wartawan. Mereka membongkar kebenaran terkait asal-usul tanah bersertifikat yang terletak disekitaran danau Mawang kelurahan Borongloe Kecamatan Bontomarannu, yang kini menjadi polemik akibat pemberitaan yang dinilai menyimpang dari fakta dan merugikan nama baik keluarga. Dalam konferensi pers yang digelar di Kios Aroma, Sungguminasa, Minggu (26/10/2025), Hj. Hadrah — adik Hj. Hasnah — tampil tegas. Ia menegaskan bahwa tanah seluas 2.300 meter di pinggir Danau Mawang, Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, adalah murni hadiah orang tua mereka, Cuppa Dg. Nanring, kepada Hj. Hasnah, bukan hasil harta bersama atau…
“Andi Kamaludin Murka: Danau Mawang Dicaplok Mafia Tanah, Pemda Gowa Harus Bertindak!”
SUNGGUMINASA — Polemik penimbunan Danau Mawang di Kabupaten Gowa kian membara. Setelah aktivis dan warga menyoroti praktik dugaan mafia tanah yang menimbun sebagian area danau, kini suara keras datang dari AKBP (Purn) Andi Kamaludin, seorang purnawirawan Polri yang pernah terlibat dalam pengelolaan kawasan danau legendaris tersebut. Dengan nada geram, Andi Kamaludin menilai apa yang terjadi di Danau Mawang adalah bentuk perampasan ruang alam yang terstruktur dan dibiarkan terjadi. “Luas Danau Mawang sekarang sudah jauh berkurang. Saya tahu betul, karena dulu saya pernah mengontrak danau itu selama tiga tahun,” ujarnya kepada oborBangsa, Jumat (24/10/2025). Menurutnya, danau yang dulunya membentang seluas sekitar…
WALHI Sulsel Bongkar Dugaan Kelalaian PT Vale: Sungai Menghitam, Sawah Tak Lagi Panen!
MAKASSAR —Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mendesak PT Vale Indonesia untuk bertanggung jawab penuh atas dugaan pencemaran lingkungan di wilayah Lioka dan Timampu, Kabupaten Luwu Timur. Desakan itu disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “Ekspos Hasil Investigasi Dampak Lingkungan Akibat Tumpahan Minyak PT Vale Indonesia” yang digelar di Makassar, Kamis (24/10). Berdasarkan hasil investigasi lapangan, WALHI menemukan bahwa tumpahan minyak yang mencemari wilayah tersebut bukan semata akibat kebocoran teknis, melainkan bukti lemahnya pengawasan lingkungan dan ketidaktransparanan perusahaan dalam menangani dampak operasionalnya. Lemahnya kontrol perusahaan dan pemerintah, menurut WALHI, telah menyeret masyarakat ke dalam krisis ekologis yang merusak sumber penghidupan…
