JAKARTA – Insiden yang nyaris berujung petaka terjadi saat pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6820 rute Jakarta–Lubuklinggau berusaha mendarat di Bandara Silampari, Sabtu (28/6/2025).
Pendaratan itu mendadak viral setelah sebuah video menunjukkan pesawat miring tajam hingga nyaris menyentuh landasan dengan sayap dan mesin sebelah kanan.
Cuaca buruk diduga jadi penyebab utama insiden yang menegangkan ini.
Berdasarkan laporan resmi dari pihak Batik Air, saat pesawat melakukan pendekatan ke landasan, angin kencang dan hujan lebat membentuk kondisi crosswind ekstrem, membuat pesawat nyaris kehilangan keseimbangan.
Pilot sempat melakukan manuver go-around untuk mencoba pendaratan ulang, namun kondisi cuaca tak kunjung membaik.
Akhirnya, demi mengutamakan keselamatan penumpang, pilot memutuskan melakukan Return to Base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Meski begitu, pemandangan dramatis saat pesawat miring saat mencoba mendarat tak luput dari sorotan netizen.
Video yang diunggah di media sosial memperlihatkan detik-detik pesawat oleng ke kanan, membuat banyak penumpang dan warga yang menyaksikan panik dan berteriak histeris.
Setelah sempat kembali ke Jakarta dan menunggu perbaikan cuaca, pesawat akhirnya lepas landas kembali pada pukul 18.05 WIB dan berhasil mendarat dengan selamat di Lubuklinggau pada pukul 19.22 WIB.
Juru bicara Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa seluruh prosedur yang dijalankan kru sudah sesuai dengan standar keselamatan penerbangan.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan serius dalam dunia aviasi, dan kru dinilai telah mengambil langkah tepat dengan mengutamakan keselamatan.
“Pesawat tetap dalam kondisi baik. Setelah mendarat, dilakukan pengecekan menyeluruh dan tidak ditemukan kerusakan pada struktur pesawat,” jelas Danang dalam keterangannya.
Ia menambahkan, insiden tersebut bukan akibat kelalaian melainkan bagian dari dinamika operasional yang bisa terjadi kapan saja, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya evaluasi dan peningkatan standar penanganan penerbangan dalam kondisi ekstrem.
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian tersebut cukup untuk membuat masyarakat waspada dan meminta transparansi serta akuntabilitas dari pihak maskapai dan regulator penerbangan.
Laporan: Chris
Editor: Oborjkt


