Kini para mafia penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjalankan aksinya, mereka berani menggunakan armada angkutan BBM solar industri resmi dengan jalan menyewa.

Ironisnya, penyelundup BBM bersubsidi jenis solar diduga kuat dijalankan dan di bekingi oleh oknum aparat, LSM dan organisasi masyarakat, agar aksi mereka berjalan mulus, para Mafia solar menggunakan armada pengangkut BBM industri yang berkapasitas 5 hingga 18 ton yang beroperasi di dalam wilayah provinsi Sulawesi selatan.
Hasil penelusuran oborbangsa ke beberapa perusahaan pengangkut BBM jenis solar seperti, PT Ronald Jaya Energi, PT Zoel Global Mandiri, PT Bulukumba Berkah Mandiri, mereka adalah pemain lama yang menyewa armada lain untuk menghilangkan jejak dalam menjalankan aksinya, kami yakin jika pihak Polda sulsel sudah mengantongi nama perusahaan pengangkut BBM dan pelaku yang ada di Sulawesi Selatan.
PT Ronald Jaya Energi, perusahaan angkutan BBM solar industri yang beralamat di perumahan puri pattene permai, makassar Sulawesi selatan milik Ronald Darwis (oknum polri), PT Bulukumba Berkah Mandiri beralamat jl Urip Sumiharjo makassar yang dikelola oleh FB (oknum polri) yang juga membekingi produk kosmetik skinecare repacking dan beberapa perusahaan pengangkut BBM lainnya seperti PT Trio Amanah Energi, PT Citra Manunggal Energi, PT Sri Karya Sukses, PT Sulawesi Sejahtera Energi, PT Zoel Global Energi, perusahaan tersebut diduga pelaku.penyelundupan solar bersubsidi ke perusahaan nikel yang ada di kabupaten morowali, Sulawesi tengah.
“Pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar yang di mentori oleh oknum aparat bertugas di polda sulsel” ucap sumber yang minta identitasnya dilindungi, “sangat berani melakukan penyelundupan solar bersubsidi karena sudah di koordinasikan lintasan perjalanan angkutannya, jadi tidak ada aparat yang menahannya, apalagi pengantaran dilakukan di malam hari hingga subuh”, tambahnya.
Lebih jauh dijelaskan oleh sumber, ”semua oknum aparat sudah ada jatahnya perbulan yang dikumpul oleh oknum polwan inisial i yang bertugas di polda sulsel, jadi hampir semua oknum aparat tutup mataji pak, sepertinya polda sulsel tidak mampu menangkap mereka itu”.
“Para pelaku Mafia solar bersubsidi sangat berani melakukan penyelundupan BBM bersubsidi, karena keuntungan yang didapat sangat besar”, kata Ketua Umum DPP Lembaga Pengembalian Aset Rakyat Indonesia (L-PARI) Aslan Daeng Rapi.
“Yang perlu di pantau sekarang, serta memperketat pembelian di stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU), yang ada di kabupaten gowa, takalar, jeneponto, bantaeng, bulukumba, bone, dititik tertentu dengan melibatkan unsur LSM, unsur tokoh masyarakat dan masyarat umum ikut memantau penjualan yang dilakukan di SPBU secara menyeluruh, apakah penjualan melalui jerigen atau mobil yang sudah dimodifikasi”, usul Aslan.
“Aparat perlu ekstra ketat memantau setiap SPBU yang ada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, agar BBM bersubsidi jenis solar tidak disalah gunakan oleh mafia BBM, saya berharap kepada Pak Kapolda sulsel agar melakukan pemantauan khususnya BBM jenis solar bersubsidi, dan menindak para oknum aparat yang terlibat dalam penyelundupan BBM bersubsidi ke morowali sulawesi Tengah,” kunci Aslan. (Tim-oborbangsa)


