JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mencatatkan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengejutkan publik. Kali ini, Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer diamankan bersama barang bukti mencolok berupa puluhan mobil dan motor gede pada Kamis (21/8/2025).

Dari deretan kendaraan yang disita, satu mobil sport berwarna biru tua langsung menyita perhatian: Nissan GT-R 2025 dengan pelat nomor D 1261 QGK. Mobil sekelas “Godzilla” asal Jepang ini bukan hanya bernilai miliaran rupiah, tetapi juga tergolong langka di Indonesia.
Namun, investigasi awal menunjukkan kejanggalan. Pelat nomor yang terpasang ternyata tidak sesuai data resmi Bapenda Jawa Barat.
Nomor registrasi itu tercatat sudah kedaluwarsa sejak April 2025 dan bahkan tidak ditemukan dalam basis data kendaraan bermotor.

Mobil Impian, Kini Jadi Barang Bukti
Mengutip situs resmi Nissan di Amerika Serikat, GT-R 2025 hadir dalam tiga varian: GT-R Premium, GT-R T-Spec, dan GT-R NISMO. Mobil yang disita KPK diduga merupakan tipe Premium, ditenagai mesin V6 twin-turbocharged 3,8 liter rakitan tangan. Mesin buas ini mampu melontarkan tenaga 565 horsepower dengan torsi 467 pound-feet.
Keistimewaan GT-R bukan sekadar performa. Mesin mobil ini dirakit langsung oleh lima master engineer Nissan yang dijuluki Takumi, di antaranya Shioya Izumi dan Hiroyuki Ichikawa.
Setiap mesin bahkan diberi tanda tangan sang perakit di plakatnya—menjadikannya bukan sekadar kendaraan, melainkan karya seni otomotif.
Tak heran, GT-R kerap menjadi mobil impian para pencinta kecepatan. Varian tertinggi NISMO bahkan mampu menghasilkan tenaga 600 horsepower, mendekati performa mobil balap.

Simbol Gaya Hidup Pejabat yang Kontras
Penyitaan supercar ini kembali menimbulkan pertanyaan publik terkait gaya hidup pejabat negara. Mobil sekelas GT-R, yang dibanderol miliaran rupiah dan hanya dimiliki segelintir orang kaya di dunia, justru ditemukan dalam OTT pejabat kementerian.
KPK sendiri belum merinci detail keterkaitan kendaraan-kendaraan tersebut dengan dugaan korupsi yang menyeret Immanuel Ebenezer.
Namun, penyitaan puluhan mobil mewah dan motor besar ini memperlihatkan dimensi lain dari kasus korupsi: kemewahan yang berdiri kontras dengan kehidupan rakyat kebanyakan.
Kini, mobil ikonik dengan julukan “Godzilla Jepang” itu bukan lagi berlari di sirkuit, melainkan parkir di garasi sitaan KPK—sebuah simbol ironis dari kekuasaan dan korupsi.
Laporan: Chris – OborJkt


