MAKASSAR – Seorang oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar berinisial SA diduga menjadi dalang penyebaran informasi hoaks di sejumlah grup WhatsApp.
Dalam rilis yang disebarkan, SA menuduh oknum Satlantas Polres Gowa dan Dinas Perhubungan melakukan pungutan liar (pungli) saat razia kendaraan.
Rilis yang tersebar itu kemudian dijadikan bahan pemberitaan oleh salah satu media online tanpa konfirmasi, lantaran sudah lebih dahulu beredar luas di kalangan wartawan.
Salah seorang wartawan yang kerap disapa Karca, mengaku sebagai penulis rilis tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa rilis itu dibuat atas permintaan SA.
“Rilis itu saya yang buat sesuai pesanan oknum Satlantas Polrestabes Makassar inisial SA. Namun saya belum menaikkannya ke pemberitaan. Saya justru kaget saat mengetahui SA menyebarkannya ke grup-grup WhatsApp,” ujar Karca, saat ditemui di sebuah warung kopi pada Senin (21/04/2025).
Ia juga menyampaikan keberatannya karena rilis tersebut diangkat menjadi berita oleh media lain tanpa seizin dirinya.
Di tempat terpisah, salah satu wartawan mengungkapkan informasi yang didapat dari narasumber berinisial R.
Ia menuding bahwa SA justru merupakan oknum yang kerap melakukan pungli di Poslantas Jalan Sultan Alauddin, tepatnya di perempatan Jalan Andi Pettarani, Makassar.
Menurut pengakuan R, dugaan pungli terjadi saat ia dihentikan oleh SA saat melintasi lampu merah.
Setelah diminta menunjukkan SIM dan STNK, SA diduga menawarkan pilihan pembayaran denda.
“Adek mau bayar di kantor atau di sini? Kalau di kantor Rp500 ribu, kalau di sini cukup Rp250 ribu,” ujar R menirukan ucapan SA.
SA bahkan menunjuk lokasi ATM terdekat agar korban dapat mengambil uang untuk membayar langsung di tempat.
R mengaku kebingungan dan sempat bertanya-tanya, apakah uang tersebut akan masuk ke kas negara atau ke kantong pribadi oknum tersebut.
Akhirnya, R menyerahkan uang sebesar Rp250 ribu kepada SA untuk mengurus tilangnya secara langsung.
Kasus serupa juga diungkapkan oleh korban lain yang enggan disebutkan namanya.
Ia merasa dipermainkan oleh oknum Satlantas Polrestabes Makassar saat kendaraannya diamankan di depan Poslantas.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polrestabes Makassar terkait dugaan penyebaran hoaks dan praktik pungli yang melibatkan oknum SA.
Laporan: Randi
Editor: Ahmad/OborMksr


