JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan hingga hampir 3,84 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (19/3/25), menyentuh level terendah dalam empat tahun terakhir.
Anjloknya IHSG ini memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global dan domestik.
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab utama melemahnya IHSG.
Salah satunya adalah penurunan konsumsi masyarakat dan kepercayaan konsumen yang terus merosot dalam beberapa bulan terakhir.
Data terbaru menunjukkan adanya deflasi tahunan pertama dalam 25 tahun, yang mengindikasikan tekanan ekonomi yang semakin berat bagi kelas menengah Indonesia.
Selain itu, kebijakan sosial pemerintah juga mendapat sorotan. Program makanan gratis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto diperkirakan menelan biaya hingga 28 miliar dolar AS per tahun.
Meski bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga meningkatkan beban anggaran negara, yang berdampak pada pemotongan di sektor lain, seperti infrastruktur.
Tidak hanya itu, pasar juga terguncang oleh ketidakpastian di sektor keuangan.
Rumor mengenai kemungkinan pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati semakin memperburuk sentimen investor.
Meski pemerintah telah membantah isu ini, kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi nasional tetap tinggi.
Menanggapi situasi ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Ia menekankan bahwa pemerintah akan menjaga disiplin fiskal serta memastikan defisit anggaran tetap terkendali.
Selain itu, Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil langkah strategis, termasuk kemungkinan pemangkasan suku bunga untuk menstabilkan pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.
Di tengah ketidakpastian ini, para pelaku pasar dan masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi ke depan.
Pemerintah pun didorong untuk segera mengambil langkah konkret guna mengembalikan stabilitas pasar dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
(Redaksi Ekonomi OborBangsa)


