Puluhan karyawan PT Elnusa Petrofin Makassar, anak perusahaan PT Pertamina, melakukan aksi boikot dan memblokir pintu masuk kantor perusahaan di Jalan Teuku Umar Raya, Makassar provinsi Sulawesi Selatan, senin 3 – Februari- 2025.

Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemutusan kontrak kerja secara sepihak yang merugikan sejumlah karyawan. Aksi tersebut sempat menghambat distribusi BBM karena mobil tangki Pertamina tidak dapat keluar-masuk area tersebut.
Aksi ini didampingi oleh sejumlah mahasiswa dari Celebes Law Transparasi dan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Pelabuhan Makassar.
Andi Rifki, selaku koordinator lapangan, menuntut tanggung jawab manajemen PT Elnusa Petrofin Makassar atas dugaan diskriminasi dan pemutusan kontrak sepihak terhadap karyawan.

Andi menyatakan bahwa terdapat indikasi pelanggaran hak-hak karyawan yang telah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja.
“Kami mendesak manajemen untuk bertanggung jawab atas perlakuan tidak adil ini. Ada indikasi pelanggaran hak karyawan yang harus diselesaikan secara hukum,” tegas Andi.
Salah satu karyawan yang menjadi korban pemutusan kontrak adalah Dg Ngawing, yang telah bekerja selama kurang lebih 25 tahun. Menurut Rahman, perwakilan serikat pekerja Gowa, Dg Ngawing diberhentikan tanpa surat pemberhentian resmi atau penjelasan yang jelas.

“Ini sangat tidak manusiawi. Karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun tiba-tiba kehilangan pekerjaan, sementara mereka memiliki tanggungan keluarga, termasuk anak-anak yang masih kecil,” ujar Rahman.
Rahman juga menambahkan bahwa dengan usia di atas 45 tahun, para karyawan yang diberhentikan ini akan kesulitan mencari pekerjaan layak.
“Situasi ini semakin mempersulit kehidupan mereka,” katanya.
Selain masalah pemutusan kontrak sepihak, manajemen PT Elnusa Petrofin juga dikecam atas dugaan pemotongan hak karyawan dan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan karyawan. Hal ini menjadi perbincangan hangat di antara peserta aksi.
Sampai berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Elnusa Petrofin Makassar belum memberikan tanggapan resmi.
Meskipun awak media berusaha melakukan konfirmasi, pihak keamanan perusahaan mengklaim bahwa pimpinan sedang tidak berada di tempat. “Katanya pimpinan sedang tidak ada di kantor,” ujar salah satu petugas keamanan.
Aksi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap distribusi BBM di wilayah Makassar dan sekitarnya. Masyarakat yang menyaksikan aksi tersebut berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan secara adil dan transparan, demi kepentingan bersama. (Pen-oborbangsa)


