- Polemik Pansus Hak Angket DPRD Gowa Merembet ke Internal PAN, Lima Kader Diusulkan Dipecat dan Di-PAW
- Bag (1), Membongkar Jejak Pajak Penerangan Jalan Takalar 2023–2025, Dari Pungutan PLN hingga Kas Daerah
- “Jalanan Tak Lagi Aman, Dampak Perang Kelompok terhadap Kehidupan Warga Makassar”
- Kapolda Baru, Tantangan Lama, Mampukah Irjen Awal Chairuddin Memutus Rantai Perang Kelompok di Makassar?
- Di Balik Kemacetan Makassar, Kapolda Sulsel Dorong Polisi Lalu Lintas Hadir dengan Pelayanan Humanis
- Sapi Berkeliaran di Permukiman Magganjeng, Satpol PP Dituntut Bertindak
- Dari Layar ke Lahan, NGOPILO 2026 dan Upaya STI Menyalakan Harapan Baru Pertanian Indonesia
- Dua Periode Bawa Perubahan di Kaltara, Zainal Paliwang Raih Penghargaan Khusus PWI Sulsel
Penulis: Obor Bangsa
BANTAENG – OBOR BANGSA| Bencana banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat malam (5/7/2025), menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas umum dan membuat empat kecamatan terdampak parah. Hujan deras yang mengguyur sejak petang hingga malam hari membuat sungai-sungai di wilayah tersebut meluap. Derasnya arus air mengakibatkan banjir bandang yang memorakporandakan sejumlah infrastruktur penting, termasuk irigasi, jembatan, dan jalan penghubung antar kampung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amzon Padolo mengonfirmasi bahwa banjir bandang ini merusak berbagai fasilitas vital dan menyulitkan akses masyarakat. “Empat kecamatan terdampak. Yakni Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Uluere, dan Eremerasa. Saat ini, tim gabungan sudah…
“Nyawa Calon Jaksa Tumbang Demi Negara: Gugur Saat Memburu Koruptor di Sumut, Jampidsus Turun Tangan”
MEDAN – OBOR BANGSA | Dunia penegakan hukum Indonesia kembali dirundung duka. Seorang Calon Jaksa dari Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) 2024, Reynanda Primta Ginting (26th) meninggal dunia saat menjalankan tugas negara dalam pengejaran terhadap tersangka korupsi di Sumatera Utara. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu, (03/07/ 2024). Kabar duka ini langsung mengguncang Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, bahkan datang langsung ke rumah duka sebagai bentuk penghormatan. “Kami turut berduka yang mendalam. Korban gugur saat ikut pengamanan dalam pengejaran tersangka tindak pidana korupsi,” kata Febrie. Almarhum Reynanda Ginting tercatat sebagai peserta PPPJ 2024…
Menteri UMKM Klarifikasi Dugaan Fasilitas Istri ke Eropa: “Satu Rupiah pun Tak Ada Uang Negara!”
JAKARTA — Hiruk-pikuk pemberitaan terkait dugaan penggunaan fasilitas negara oleh istri Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurrahman, akhirnya mendapat jawaban langsung dari yang bersangkutan. Dalam suasana tegang namun terbuka, Maman hadir di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 4 Juli 2025, guna memberikan klarifikasi langsung atas isu yang sempat menjadi bola liar di ruang publik. Pantauan OborBangsa di lokasi, Maman tiba sekitar pukul 14.30 WIB, mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat gelap. Ia langsung menuju ruang informasi publik KPK, membawa sejumlah dokumen dan bukti transaksi pribadi. “Saya hadir bukan karena dipanggil. Ini murni inisiatif pribadi untuk menjawab…
Gerakan Hijau Hitam Sulsel Soroti Putusan MA Soal Kasus Korupsi Rp6,3 M Parepare: Jika Benar, Tangkap Taufan Pawe!
MAKASSAR–-Aroma busuk korupsi senilai Rp6,3 miliar di Dinas Kesehatan Kota Parepare kembali menyeruak ke permukaan. Gerakan Hijau Hitam Sulsel dengan lantang menyoroti lambannya pengungkapan kasus ini, meski sudah berganti tiga kali Kapolda Sulsel. Mereka mendesak aparat untuk tidak hanya menyentuh kaki tangan, tapi juga menangkap otak utamanya—jika memang terbukti. Desakan ini disampaikan dalam pernyataan resmi Aliansi Gerakan Hijau Hitam Sulsel, Kamis (4/7/25). Mereka merujuk langsung pada Putusan Mahkamah Agung No. 2299 K/PID.SUS/2021 yang menyebut keterlibatan sejumlah pihak, termasuk diduga kuat mantan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, sebagai dalang utama kasus yang telah menyeret beberapa pejabat tersebut. Muh. Hendra, selaku Jenderal…
Relokasi Paksa Pasar Cekkeng: Pemerintah Dianggap Usir Rakyat Kecil Demi Kepentingan Elite?
BULUKUMBA,– Wacana relokasi Pasar Cekkeng Kasuara ke Pasar Sentral kembali menuai gelombang penolakan dari warga dan pedagang lokal. Mereka menuding kebijakan ini dilakukan secara sepihak, minim partisipasi publik, dan berpotensi memiskinkan rakyat kecil yang bergantung hidup dari denyut ekonomi pasar tradisional. Sejak pengumuman relokasi, kondisi Pasar Cekkeng makin sepi. Pedagang kehilangan pembeli, pengunjung enggan datang, dan ekonomi warga sekitar mulai lumpuh perlahan. Padahal, pasar tersebut telah menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat selama puluhan tahun. “Ini bukan sekadar pasar. Ini jantung ekonomi rakyat kecil yang telah berdetak puluhan tahun. Sekarang, kami dipaksa menyingkir tanpa kejelasan,” ujar D, salah satu warga Lingkungan…
TAKALAR – Front Rakyat Pencinta Takalar (RACITA) secara resmi melaporkan dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang yang diduga melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Muhammad Hasbi, kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Jumat (4/7/2025). Laporan tersebut menyoroti alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Takalar yang diduga tidak memiliki dasar hukum yang jelas, serta tidak tercantum dalam rencana perlindungan lahan pertanian berkelanjutan (PLP2B). Lahan yang seharusnya diperuntukkan bagi pertanian itu kini telah berubah menjadi kawasan perumahan subsidi. Namun ironisnya, kawasan perumahan tersebut diduga justru lebih banyak dinikmati oleh kalangan pejabat, bukan oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagaimana semestinya. Muhammad Hasbi, yang sebelumnya menjabat sebagai…
TAKALAR – Kasus yang tengah menjadi perhatian publik di Sulawesi Selatan ini bermula dari beredarnya sebuah karikatur yang menggambarkan seorang pejabat daerah yang diduga Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar tengah memerintahkan bawahannya untuk membungkam media agar tidak terus mengkritiknya. Karikatur tersebut diunggah oleh seorang warga melalui media sosial dan dengan cepat viral di kalangan masyarakat. Unggahan ini memicu kontroversi luas dan berujung pada pelaporan sang pengunggah ke pihak kepolisian oleh Sekda Takalar. Langkah hukum yang diambil pejabat publik tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan menilai karikatur tersebut merupakan bentuk kritik sosial yang wajar dan sah dalam negara demokrasi, bukan merupakan…
MEDAN – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara nonaktif, Topan Obaja Putra Ginting, di Cluster Topaz, perumahan Royal Sumatera, Kota Medan, Rabu (2/7) pagi. Pantauan OborNews.id, rumah dua lantai bernuansa hitam‑abu‑putih itu dijaga ketat petugas bersenjata saat penggeledahan berlangsung hampir 7 jam. Gerbangnya sempat terkunci rapat dan baru dibuka dengan bantuan tukang kunci setelah kedatangan penyidik KPK . Berdasarkan keterangan petugas kompleks, rumah tersebut baru ditempati Topan selama sekitar 6 bulan. Ditaksir memiliki nilai pasar sekitar Rp 5 miliar—termasuk satu unit tipe Monique terbesar di kawasan itu . Dari penggeledahan di lokasi, KPK menyita barang bukti…
Polisi Tegaskan Tak Ada Intimidasi Terhadap Saksi Anak dalam Sidang Kasus Penembakan Aipda Robig
SEMARANG – Polda Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang membantah tegas tudingan adanya anggota kepolisian yang berusaha mengintimidasi saksi anak berinisial V dalam sidang penembakan tiga siswa SMKN 4 Semarang yang melibatkan terdakwa Aipda Robig Zaenudin. Insiden ini sebelumnya viral melalui video yang memperlihatkan seorang pria berbaju hitam dengan gaya potongan rambut mohawk, yang tampak mencoba mencegah V memasuki ruang persidangan pada Selasa, 1 Juli 2025, di halaman PN Semarang. Beberapa netizen langsung menduga pria tersebut sebagai anggota Polri yang melakukan intervensi terhadap jalannya persidangan. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menyatakan bahwa setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, pria yang…
“Bos Planet Bhekam Ditangkap! Warga Gowa Heboh, Dulu Bongkar Brankas Kerajaan Gowa, Kini Tersandung Korupsi”
SUNGGUMINASA– Warga Kabupaten Gowa dihebohkan dengan kabar penangkapan H. Muhammad Nasri, bos PT Planet Bhekam yang dikenal sebagai salah satu pengusaha ternama di wilayah itu. Kabar penangkapannya sontak menjadi viral di berbagai grup media sosial dan WhatsApp warga Gowa sejak Selasa malam (2/7/2025). H. Nasri ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Sulawesi Selatan bersama Tim AMC Kejagung dan Pidsus Kejari Nabire, atas dugaan kasus korupsi pembangunan Bendung di Nabire, Papua. Informasi resmi menyebutkan bahwa H. Nasri telah berstatus sebagai buronan dan narapidana sejak beberapa waktu lalu, namun baru berhasil diamankan dalam operasi gabungan yang digelar dengan pengintaian ketat. Namun,…
